Page 34 - Modul Pengembangan Pangan Fungsional
P. 34

yang didapat  atau adaptif,  yang  masing-masing  mengandung  komponen  humoral

                   dan seluler.
                          Imunitas humoral mengacu pada produksi antibodi dan proses aksesori yang

                   menyertainya,  termasuk:  aktivasi Th2 dan  produksi sitokin,  pembentukan pusat
                   germinal dan  pengalihan  isotipe,  pematangan  afinitas  dan  generasi sel  memori.

                   Imunitas  humoral  juga  merujuk  pada  fungsi  efektor  dari  antibodi,  yang
                   meliputi patogen dan  netralisasi toksin,  aktivasi komplemen klasik,  dan  promosi

                   opsonin untuk fagositosis dan eliminasi patogen (Janeway, 2001).

                          Respons imun humoral, diawali dengan deferensiasi limfosit B menjadi satu
                   populasi (klon) sel plasma yang melepaskan antibody spesifik ke dalam darah. Pada

                   respons imun humoral juga berlaku respons imun primer yang membentuk klon sel B

                   memory.  Setiap  klon  limfosit  diprogramkan  untuk  membentuk  satu  jenis  antibody
                   spesifik terhadap antigen tertentu (Clonal slection). Antibodi ini akan berikatan dengan

                   antigen membentuk kompleks antigen – antibodi yang dapat mengaktivasi komplemen
                   dan mengakibatkan hancurnya antigen tersebut. Supaya limfosit B berdiferensiasi dan

                   membentuk  antibody  diperlukan  bantuan  limfosit  T-penolong  (T-helper),  yang  atas
                   sinyal-sinyal tertentu baik melalui MHC maupun sinyal yang dilepaskan oleh makrofag,

                   merangsang produksi antibody. Selain oleh sel T- penolong, produksi antibody juga

                   diatur  oleh  sel  T  penekan  (T-supresor),  sehingga  produksi  antibody  seimbang  dan
                   sesuai dengan yang dibutuhkan.


                   B. Sistem Pertahanan Imun Seluler

                          Telah banyak diketahui bahwa mikroorganisme yang hidup dan berkembang
                   biak secara intra seluler, antara lain didalam makrofag sehingga sulit untuk dijangkau

                   oleh  antibody.  Untuk  melawan  mikroorganisme  intraseluler  tersebut  diperlukan

                   respons imun seluler, yang diperankan oleh limfosit T. Subpopulasi sel T yang disebut
                   dengan  sel  T  penolong  (T-helper)  akan  mengenali  mikroorganisme  atau  antigen

                   bersangkutan melalui major histocompatibility complex (MHC) kelas II yang terdapat

                   pada  permukaan  sel  makrofag.  Sinyal  ini  menyulut  limfosit  untuk  memproduksi
                   berbagai  jenis  limfokin,  termasuk  diantaranya  interferon,  yang  dapat  membantu

                   makrofag untuk menghancurkan mikroorganisme tersebut. Sub populasi limfosit T lain
                   yang  disebut  dengan  sel  T-sitotoksik  (T-cytotoxic),  juga  berfungsi  untuk

                   menghancurkan  mikroorganisme  intraseluler  yang  disajikan  melalui  MHC  kelas  I
                   secara langsung (cell to cell). Selain menghancurkan mikroorganisme secara langsung,




                                                                                                    33
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39