Page 31 - Modul Pengembangan Pangan Fungsional
P. 31

yang penting untuk mempertahankan integritas dan kehidupan sel. Diantara senyawa-

                   senyawa  oksigen  reaktif,  radikal  hidroksil  (OH*)  merupakan  senyawa  yang  paling
                   berbahaya  karena  reaktivitasnya  yang  sangat  tinggi,  menyebabkan  kerusakan  pada

                   struktur sel yang  mengganggu fisiologi sel, bahkan akhirnya seluruh sel menjadi rusak.
                   Kejdian  ini  dianggap  sebagai  proses  awal  terjadinya  inflamasi,  proses  penuaan,

                   menurunnya kekebalan, kanker, dan atherosklerosis.


                   B. Sistem Pertahanan Tubuh Terhadap Radikal Bebas

                          Tubuh secara terus-menerus menghasilkan senyawa radikal dan pada akhirnya
                   menghasilkan radikal  bebas  melalui peristiwa  metabolisme  sel  normal, peradangan,

                   kekurangan  gizi  dan  akibat  respons  terhadap  pengharuh  dari  luar  tubuh.  Polusi

                   lingkungan seperti ultraviolet, asap rokok dan lain-lain yang tanpa kita sadari terhirup.
                   Meydani et al., (1995) melaporkan bahwa pembentukan radikal bebas akan meningkat

                   dengan bertambahnya usia. Radikal bebas adalah oksidan yang sangat reaktif, karena
                   radikal  bebas  merupakan  senyawa  yang  memiliki  satu  atau  lebih  elektron  tidak

                   berpasangan pada orbital luarnya. Senyawa tersebut selalu berusaha untuk menyerang
                   komponen seluler seperti lipid, lipoprotein, protein, karbohidrat, RNA dan DNA.

                          Seiring  dengan  bertambahnya  pengetahuan  tentang  aktivitas  radikal  bebas,

                   maka  penggunaan  senyawa  antioksidan  semakin  berkembang  dengan  baik  untuk
                   makanan maupun untuk pengobatan (Boer, 2000). Stres oksidatif merupakan keadaan

                   yang tidak seimbang antara jumlah molekul radikal bebas dan antioksidan di dalam
                   tubuh  (Trilaksani,  2003).  Senyawa  antioksidan  adalah  suatu  inhibitor  yang  dapat

                   digunakan untuk menghambat autooksidasi. Oleh karena itu tubuh memerlukan suatu
                   substansi  penting  yakni  antioksidan  yang  dapat  membantu  melindungi  tubuh  dari

                   serangan  radikal  bebas  maupun  senyawa  radikal.  Antioksidan  dalam  kadar  tertentu

                   mampu menghambat atau memperlambat kerusakan akibat proses oksidasi.
                          Meydani  (2000),  menyatakan  bahwa  resiko  penyakit  kardiovaskuler  bisa

                   diturunkan  dengan  mengkonsumsi  antioksidan  dalam  jumlah  tertentu,  selain  itu

                   antioksidan  juga  dapat  meningkatkan  sistem  imunitas  dan  mampu  menghambat
                   timbulnya  penyakit  degeneratif  akibat  penuaan.  Salah  satu  teori  penuaan  yang

                   dipercaya banyak saat ini terjadi karena oksidasi akibat radikal bebas dalam tubuh.
                          Radikal  bebas  bersifat  reaktif,  dan  jika  tidak  diinaktifkan  akan  merusak

                   makromolekul  pembentuk  sel,  yaitu  protein,  karbohidrat,  lemak,  dan  asam  nukleat,
                   sehingga dapat menyebabkan penyakit degeneratif. Pada penelitian lebih lanjut telah




                                                                                                    30
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36