Page 166 - kumpulan jurnal integrasi Kelas A
P. 166

• Pemanfaatan limbah    3.8  Menganalisis terjadinya  • Macam-macam jenis
                              industri sebagai           pencemaran lingkungan    limbah
                              ACTK                       dan dampak bagi
                                                         ekosistem.
                            • ACTK menerapkan       3.10 Menganalisis proses    • Produk teknologi
                              prinsip pelestarian        dan produk teknologi     ramah lingkungan
                              lingkungan.                ramah lingkungan untuk   bidang energi, dan
                                                         berkelanjutan            makanan
                                                         kehidupan.
                            • ACTK gunakan          3.6 Menjelaskan berbagai    • Memberi contoh zat
                              sebagai pengawet           zat aditif dalam         aditif alami dan buatan
                              ikan asap                  makanan dan              yang ditemukan di
                                                         minuman, zat adiktif,    lingkungan sekitar
                                                         serta dampaknya
                                                         terhadap kesehatan

                      2.  Pembahasan
                              Kerusakan bahan pangan dapat disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:
                          pertumbuhan dan aktivitas mikroba terutama bakteri,  kapang, khamir, aktivitas
                          enzim-enzim di dalam bahan pangan, serangga, parasit dan tikus, suhu termasuk
                          oksigen, sinar dan waktu. Mikroba terutama bakteri, kapang dan khamir penyebab
                          kerusakan pangan yang dapat ditemukan dimana saja baik di tanah, air, udara, di
                          atas bulu ternak dan di dalam usus. Tubuh ikan mengandung air dan protein yang
                          cukup  tinggi,  sehingga  merupakan  media  yang  baik  bagi  pertumbuhan  bakteri
                          pembusuk  dan  mikroorganisme  lain.  Penggunaan  asap  cair  mempunyai
                          keuntungan  dibandingkan  metode  pengasapan  tradisional,  yaitu  lebih  mudah
                          diaplikasikan, proses lebih cepat, memberikan karakteristik yang khas pada produk
                          akhir  berupa  aroma,  warna,  dan  rasa,  serta  penggunaannya  tidak  mencemari
                          lingkungan (Budijanto; 2008). Bahkan menurut Guillen, et al. (2000) penggunaan
                          asap cair memungkinkan untuk menghasilkan produk asap yang tidak mengandung
                          benzo[a] pyrene dan senyawa karsinogenik lainnya.
                              Dari analisis materi yang digunakan secara konferensif KD yang digunakan
                          adalah KD 3.3 klasifikasi materi dan perubahannya di mana materi konsep yaitu
                          wujud  asap  cair  tempurung  kelapa,  komposisi  campuran  asap  cair  tempurung
                          kelapa dan unsur kimia uap cair tempurung kelapa dari materi konsep tersebut
                          didapatkan keterkaitan KD yang pertama klasifikasi materi dalam bujur zat dan
                          komposisinya kemudian unsur senyawa dan campuran. Selanjutnya yaitu pada KD
                          3.4  yaitu  menganalisis  konsep  suhu  di  mana  pada  prosedur  pembuatan  ini
                          memerlukan suhu yang cukup panas keterkaitan antara konsep materi dengan KD
                          yaitu  pengertian  suhu  dan  skala  termometer.  Kemudian  yaitu  KD  3.8  yaitu
                          menganalisis  terjadinya  pencemaran  lingkungan  dan  dampak  bagi  ekosistem
                          hubungan antara materi konsep IPA dengan keterkaitan KD yaitu macam-macam
                          jenis limbah di mana uap cair tempurung kelapa ini memanfaatkan limbah sebagai
                          bahan bakunya. Selanjutnya yaitu kompetisi dasar 3.10 menganalisis proses dan
                          produk teknologi ramah lingkungan untuk berkelanjutan kehidupan dengan materi
                          konsep  yaitu  asap  cair  tempurung  kelapa  menerapkan  prinsip  pelestarian
                          lingkungan di mana keterkaitan konsep materi dengan KD yaitu produk teknologi
                          ramah lingkungan dalam bidang energi dan makanan. Terakhir yaitu keterkaitan
                          dengan KD 3.6 menjelaskan berbagai zat adiktif dalam  makanan dan  minuman
                          zat adiktif serta dampaknya terhadap kesehatan uap cair



                                                                                                        161
   161   162   163   164   165   166   167