Page 4 - Kevin Daniel_1800451_Bahan Ajar
P. 4
bawah pimpinan Letnan Jenderal Sir Philip Christison bertugas untuk melucuti tentara
Jepang, membebaskan tawanan perang, mempertahankan keadaan damai dan
menghimpun keterangan tentang penjahat perang untuk selanjutnya dituntut di
pengadilan. Pihak Indonesia pun pada awalnya bersikap netral, tetapi kondisi tersebut
berubah setelah NICA mempersenjatai kembali orang-orang Koninklijke Nederlands
Indische Leger (KNIL) yang baru dilepaskan dari tawanan.
Bentrokan-bentrokan senjata antara pihak Sekutu, Belanda dengan rakyat
Indonesia akhirnya tidak dapat dihindari. Di dalam menghadapi keinginan Belanda
untuk menjajah kembali bangsa Indonesia, RI menerapkan dua strategi perjuangan
yaitu perjuangan bersenjata dan perjuangan diplomasi atau perundingan.
B. Strategi dan Bentuk Perjuangan Bangsa Indonesia dalam Mempertahankan
Kemerdekaan
1. Diplomasi
Untuk memahami mengenai strategi diplomasi dalam mempertahankan
kemerdekaan Indonesia, silakan simak video pembelajaran berikut ini.
2. Perang
Di berbagai daerah di Indonesia terjadi perebutan kekuasaan, baik dengan cara
kekerasan maupun dengan jalan perundingan. Di beberapa karesidenan di Jawa, pada
bulan September 1945 pemimpin masing-masing menyambut proklamasi
kemerdekaan dengan menyatakan diri sebagai pemerintah Republik Indonesia dan
mengancam bahwa terhadap segala tindakan yang menentang pemerintah RI akan
diambil tindakan keras. Pegawai-pegawai Jepang dirumahkan, dilarang memasuki
kantor-kantor mereka. Pada tahap selanjutnya para pemuda berusaha merebut senjata
dan gedung-gedung vital. Di Surabaya selama bulan September terjadi perebutan
senjata di arsenal (gudang mesiu) Don Bosco, perebutan Markas Pertahanan Jawa
2

