Page 55 - E-MODUL KONSEP DASAR PKN
P. 55

James  (dalam  Santika,  2021),  yang  menyatakan  terdapat  tiga  tujuan  (objectives)  dari

               pembentukan suatu konstitusi, yakni:
               1.  Untuk membangun dan mempertahankan kerangka pemerintah di mana pekerjaan

                   negara dapat dilaksanakan secara efisien pada tujuan seperti kerangka pemerintah

                   berada  di  satu sisi untuk mengasosiasikan  masyarakat dengan pemerintah dan di
                   sisi lain, untuk menjaga ketertiban umum, untuk menghindari keputusan terburu-

                   buru dan untuk mempertahankan kelangsungan ditoleransi kebijakan.

               2.  Untuk  memberikan  keamanan  karena  hak-hak  dari  perseorangan  warga  negara
                   sebagai pribadi, properti, dan pendapat, sehingga ia tidak perlu takut dari eksekutif

                   tirani.
               3.  Untuk  memegang  negara  bersama-sama,  tidak  hanya  untuk  mencegah  gangguan

                   oleh  pemberontakan  atau  pemisahan  diri  dari  bagian  bangsa,  tetapi  untuk

                   memperkuat  kekompakan  negara  dengan  menciptakan  mesin  yang  baik  untuk
                   menghubungkan bagian-bagian terpencil dengan pusat, dan dengan motif menarik

                   bagi setiap kepentingan dan sentimen, yang semua bagian penduduk menginginkan

                   untuk tetap bersatu di bawah pemerintahan.


                   Menurut  C.F  Strong  (dalam  Santika,  2021)  tujuan  singkat  dari  konstitusi,  yaitu
               membatasi  tindakan  sewenang-wenang  pemerintah,  menjamin  hak-hak  yang

               diperintah,  dan  menentapkan  pelaksanaan  kekuasaan  yang  berdaulat.  Di  bawah  ini

               merupakan penjelasan masing-masing tujuan konstitusi tersebut.
               1.  Membatasi tindakan sewenang-wenang pemerintah

                   Konstitusi  merupakan alat  yang  efektif  dan  fungsional  untuk  membatasi  tindakan

               pemerintah  supaya  tidak  menjurus  menjadi  sewenang-wenang.  Dalam  konteks
               pentingnya konstitusi sebagai pemberi batas kekuasaan tersebut, Kusnardi menjelaskan

               bahwa konstitusi dilihat dari fungsinya terbagi ke dalam dua 2 bagian, yakni membagi

               kekuasaan  dalam  negara,  dan  membatasi  kekuasaan  pemerintahan  atau  penguasa
               dalam negera. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa bagi mereka yang memandang negara

               dari sudut kekuasaan dan menganggap sebagai organisasi kekuasaan, maka konstitusi

               dapat  dipandang  sebagai  lembaga  atau  kumpulan  asas  yang  menetapkan  bagaimana
               kekuasaan  dibagi  diantara  beberapa  lembaga  kenegaraan,  seperti  antara  lembaga

               legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Lahirnya ide pembatasan kekuasaan itu tidak terlepas
               dari  pengalaman  penumpukan  semua  cabang  kekuasaan  negara  dalam  tangan  satu



                                                                             BAB 3 KONSTITUSI NEGARA | 46
   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60