Page 49 - C:\Users\ASUS-PC\Downloads\BUKU ETNOSAINS\
P. 49

Panjang gelombang cahaya yang lebih panjang berarti bahwa beberapa


        cahaya tampak yang biasanya hanya dipantulkan akan diserap, dan cahaya itu

        berada di ujung spektrum yang biru.  Cahaya putih adalah campuran semua

        warna  pelangi,  namun  dalam  kasus  emas,  saat  cahaya  diserap  dan


        dipancarkan kembali, panjang gelombang biasanya lebih panjang. Itu berarti

        perpaduan antara gelombang cahaya yang kita lihat cenderung kurang biru dan

        ungu di dalamnya. Hal ini membuat emas tampak berwarna kekuningan karena

        kuning, oranye dan merah merupakan panjang gelombang yang lebih panjang

        dari pada warna biru. Efek relativistik pada elektron emas juga merupakan salah


        satu alasan mengapa logam tidak menimbulkan korosi atau bereaksi dengan

        hal lain dengan mudah. Emas hanya memiliki satu elektron di kulit terluarnya,

        namun  tetap  tidak  reaktif  seperti  kalsium  atau  lithium.  Sebaliknya,  elektron

        dalam  emas,  yang  "lebih  berat"  dari  pada  seharusnya,  semuanya  dipegang


        dekat dengan inti atom. Ini berarti bahwa elektron terluar tidak mungkin berada

        di tempat di mana ia dapat bereaksi sama sekali - sama seperti berada di antara

        elektronnya yang dekat dengan nukleus.

        2.2.6 Etnosains


               Etnosains  mengacu  pada  pengetahuan  dan  praktik  ilmiah  yang


        dikembangkan oleh berbagai masyarakat tradisional berdasarkan pengamatan

        dan  pengalaman  mereka  terhadap  alam.  Dalam  konsep  relativitas,  waktu

        dipahami sebagai sesuatu yang tidak mutlak, tetapi bervariasi tergantung pada

        kerangka referensi atau pengamat yang berbeda. Ini sangat menarik ketika kita

        melihat  bagaimana  beberapa  budaya  mengukur  dan  mengatur  waktu


        berdasarkan peristiwa alam atau prosesi tertentu, bukan oleh jam atau standar

        waktu  yang ketat.  Misalnya,  masyarakat  adat  sering  kali menentukan  waktu

        berdasarkan posisi matahari, fase bulan, atau siklus musiman, yang semuanya

        terkait erat dengan kegiatan sehari-hari dan ritus budaya mereka.


               Konsep waktu dalam masyarakat ini mencerminkan pemahaman bahwa


        waktu bersifat relatif dan lebih ditentukan oleh makna simbolis dari acara adat
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54