Page 31 - KAIDAH PENCACAHAN DAN PELUANG SMA/MA_SIFA UIN JKT
P. 31

Permasalahan di atas merupakah permasalahan permutasi. Tetapi teman-teman pasti
            bertanya, mengapa tidak ada bedanya dengan aturan perkalian pada kegiatan belajar 1?
            Untuk menyelidiki hubungan antara aturan perkalian dengan aturan permutasi, ubahlah
            bentuk perkalian tersebut menjadi bentuk notasi faktorial!



                  Membentuk suatu kepengurusan yang terdiri dari 3 orang dengan jabatan
                  berbeda dari 7 orang yang tersedia

                  Banyak cara =    ×    ×   

                  Mengubah bentuk 7 × 6 × 5 ke dalam notasi faktorial:

                  Jika perkalian tersebut kita lanjutkan hingga 1, maka akan diperoleh

                     ×    ×    × … × … × … × … =   !

                  Untuk memperoleh kembali bentuk  tersebut ke bentuk semula yaitu
                     ×    ×    maka,

                             ×    ×    × … × … × … × …  =    !  =    !
                                … × … × … × …          … !  (   −. . . )!



            Selanjutnya, jika banyak cara menyusun r unsur dengan urutan berbeda dari n unsur
            yang tersedia adalah     × (   − 1) × (   − 2) × … × (   −    + 1),  maka kita harus mengubah
                                                                                                   
            bentuk tersebut kedalam notasi faktorial untuk mendapatkan rumus   (  ,   ) =    =     
                                                                                                         
                                                                                                  
                 ! =    × (   − 1) × (   − 2) × … × (   −    + 1) × (   −   ) × (… … … … ) × … × 1
            Untuk mendapatkan kembali bentuk    × (   − 1) × (   − 2) × … × (   −    + 1) :

                    =    × (   − 1) × (   − 2) × … × (   −    + 1)
                   
                        × (   − 1) × (   − 2) × … × (   −    + 1) × (   −   ) × (… … … … ) × … × 1
                      =
                                           (… … … … ) × (… … … … )!
                         … ! ×
                      ==
                      (. . . − . . . )!

            Maka, banyak cara menyusun r unsur dengan urutan berbeda dari n unsur yang
                                                                                    
            tersedia didefinisikan sebagai n Permutasi r (ditulis   (  ,   )   tau      atau      ) :
                                                                                             
                                                                                    
                                                          … !
                                                              =                      ≥   
                                                    
                                                      (. . . − … )!







                                                                                                            30
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36