Page 368 - Bahtera_Sebelum_Nabi_Nuh_Kisah_Menakjubkan_tentang_Misteri_Bencana
P. 368

KESIMPULAN: KISAH-KISAH DAN BENTUK-BENTUK


            dan binatang, bertahan dari bencana alam untuk kemudian
            mengisi dunia lagi. Bentuk asli kisah ini pastinya berasal dari,
            jauh sebelum segala bentuk penulisan, masa lalu yang sangat
            jauh, berakar dalam keadaan-keadaan mereka dan merupakan
            bagian integral dari eksistensi dasar mereka.
               Dalam pemahaman Mesopotamia, dunia jauh seperti yang ada
            sebelum Air Bah dibayangkan sebagai lanskap rawa-rawa selatan
            Irak yang tidak berubah, tempat rumah-rumah dan perahu-perahu
            terbuat dari alang-alang, dan tempat, untuk membuat perahu
            penolong, orang dapat dengan mudah mendaur ulang dari satu
            dengan yang lain. Di sini, seperti yang saya lihat, jenis perahu
            untuk kisah awal biasanya panjang dan sempit, dengan haluan
            dan buritan tinggi, yang bergerak dengan mudah di sepanjang
            perairan dangkal. Perahu-perahu lebih besar yang berbentuk
            ‘buah badam’ dikenal di Sumeria dengan sebutan magur; versi
            besar sekali yang diperlukan dalam kondisi banjir haruslah
            sebuah magurgur   raksasa.
               Dalam catatan-catatan tertulis dari awal milenium kedua
            SM kita menemukan dua tradisi tentang bentuk Bahtera, yang
            berasal dari leluhur yang sama. Di Nippur di selatan Irak tradisi
            magurgur   dari alang-alang yang asli tetap tidak diragukan lagi.
            Namun, di tempat lain kita melihat, berawal dari penjelasan
            gamblang yang diberikan oleh Tablet Bahtera,  bahwa Bahtera
            merupakan sejenis perahu yang jauh lebih praktis dan layak,
            coracle  bundar. Coracle  tidak digunakan di rawa-rawa, tetapi
            sangat umum di sungai-sungai pedalaman, terutama di Eufrat,
            sebagai taksi air yang dapat mengangkut manusia, binatang
            ternak, dan bahan-bahan lain dari satu sisi ke sisi lainnya tanpa
            khawatir tenggelam. Perahu-perahu sejenis ini tidak terbuat dari
            alang-alang tetapi dari jalinan tali serat palem, menjadi efektif
   http://facebook.com/indonesiapustaka  merupakan coracle  terbesar yang pernah ada.
            sebagai keranjang besar yang kedap air di seluruh permukaannya.
            Coracle mempunyai berbagai ukuran; yang dibuat oleh Atra-hasīs

               Oleh karena itu, saya berpendapat bahwa pemahaman
            tradisional tentang pembuatan perahu berubah dari magur
                                                 (besar dan bundar). Tidak
            (panjang dan pipih) menjadi coracle



                                          357
   363   364   365   366   367   368   369   370   371   372   373