Page 369 - Bahtera_Sebelum_Nabi_Nuh_Kisah_Menakjubkan_tentang_Misteri_Bencana
P. 369

Dr. Irving Finkel


           banyak bukti yang ada; dari milenium kedua SM kita hanya
           memiliki dua penjelasan kuneiform lagi tentang Bahtera selain
           penjelasan yang ada dalam Tablet Bahtera, tetapi keduanya—
           seperti yang sekarang dapat kita lihat—menyatakan bahwa perahu
           itu bundar, dan saya memandang proses ini mewakili sebuah
           purwarupa kuno yang digantikan oleh penyempurnaan modern.
              Peralihan pada awal milenium kedua SM terjadi secara lisan
           maupun tulisan; di tangan para pendongeng atau pencerita garda
           depan, perubahan semacam itu dalam hal bentuk bahtera akan
           biasa saja: hal itu menghasilkan pemahaman dan sebuah cerita
           yang lebih baik bagi para pendengar mereka. Bahwa perubahan
           dari gagasan kuno ini memang terjadi, tidak mengherankan
           sama sekali bagi saya; satu faktor yang relevan adalah bahwa
           para pendongeng keliling mungkin biasanya akan bercerita di
           hadapan orang-orang yang tinggal di tepi sungai yang bagi
           mereka Bahtera haruslah sebuah perahu yang dapat andal dan
           fungsional, dan sebuah coracle adalah bentuk yang paling tepat,
           seperti yang diketahui semua orang.
              Perahu bundar Atra-hasīs mempunyai luas dasar 3.600 m
                                                                          2
           dan satu dek.
              Satu-satunya penjelasan lain terkait bahtera dalam bentuk
           tablet kuneiform yang tersedia bagi kita adalah penjelasan yang
           ada dalam kisah klasik Gilgamesh. Di sini kita disuguhi sebuah
           bahtera yang mewujudkan dua penemuan penting: satu, bahtera
           itu bukan magur yang berbentuk buah badam bukan pula coracle
           bundar, tetapi sebuah kubus dengan dinding-dinding yang sama
           panjang dan lebarnya; dua, ini adalah sebuah bahtera yang bagi
           pemikiran praktis orang-orang Mesopotamia tidak akan hanyut
           dalam banjir.
              Seperti yang sudah disinggung, dan dipaparkan di bawah dalam
   http://facebook.com/indonesiapustaka  ‘lebar’ yang sama dapat ditafsirkan dalam Gilgamesh Assyria
           Lampiran 2, adalah mungkin untuk memahami bagaimana bentuk
           dasar coracle Babilonia Kuno yang bundar dengan ‘panjang’ dan

           Akhir sebagai sebuah rancangan berbentuk kubus, dan bagaimana
           perahu satu dek Babilonia Kuno kemudian berkembang menjadi
           enam dek, yang masing-masing dibagi menjadi tujuh bagian,




                                         358
   364   365   366   367   368   369   370   371   372   373   374