Page 398 - Bahtera_Sebelum_Nabi_Nuh_Kisah_Menakjubkan_tentang_Misteri_Bencana
P. 398

PEMBUATAN BAHTERA—LAPORAN TEKNIS (BERSAMA MARK WILSON)


            bagian dalam, jadi keranjang itu hanyalah kulit dari bahan yang
            tepat untuk mendukung pelapisan kedap air. Para perajin Assyria
            yang disebutkan dalam Bab 6 lebih menyukai kulit daripada tali
            untuk lambung guffa   mereka.
               Ini artinya badan keranjang Bahtera itu dibuat dengan meng-
            gunakan bahan dan teknik standar, dan meskipun ukurannya
            tengahnya hampir tujuh puluh meter, dinding-dindingnya masih
            bisa terlihat memiliki ketebalan yang sama dengan coracle
            ukuran konvensional. Ketebalan tali standar paling mungkin
            digunakan adalah satu jari,  yang didukung oleh foto-foto guffa
            Irak terdahulu (misalnya ‘Pembuatan perahu bundar khas …’),
            yang memperlihatkan bahwa tali yang digunakan kira-kira
            tebalnya satu jari. Ini didukung oleh penghitungan lain di bawah
            ini tentang lapisan aspal.
               Informasi kedua yang kita perlukan adalah kurva penampang
            dinding kapal. Kurva ini seharusnya memiliki sebuah lengkung
            keluar di dasar untuk menahan tekanan hidrostatis, dan inilah
            yang terlihat pada foto-foto guffa sungguhan. Di sana lengkungan
            dinding terlihat ada di antara sebuah silinder bersisi lurus dan
            setengah lingkaran dari separuh luar sebuah torus (lingkaran
            donat). Oleh karena itu, kami percaya bahwa tidak akan kelewat
            batas bila menduga bahwa lengkungan itu benar-benar tepat di
            tengah-tengah, dan memperkirakan lengkungan itu dengan sebuah
            semi elips yang lebarnya adalah seperempat dari tingginya. Ini
            berarti dinding dari Bahtera yang kita bangun kembali—yang
            sisi-sisinya setinggi satu nindan—menggelembung dari bagian
            dasar sepanjang seperempat nindan pada diameter maksimumnya,
            dengan demikian:                                   1/4 nindan



   http://facebook.com/indonesiapustaka  1/4 nindan

                                          1 nindan











                                          387
   393   394   395   396   397   398   399   400   401   402   403