Page 399 - Bahtera_Sebelum_Nabi_Nuh_Kisah_Menakjubkan_tentang_Misteri_Bencana
P. 399

Dr. Irving Finkel


           Sebagaimana berlaku pada guffa sungguhan, dinding-dindingnya
           simetris pada bidang tengah-melintang, artinya Bahtera itu akan
           tampak sama jika dibalik, bagian atas menjadi bawah. Akibat
           wajar yang penting untuk hal ini adalah bahwa luas atap sama
           dengan luas alas bahtera.

           Penghitungan tali
           Langkah pertama untuk mendapatkan volume tali yang digunakan
           adalah menghitung total luas permukaan ‘A’ dari perahu tersebut.
           Ini adalah luas dasar ‘B’, ditambah luas atap ‘R’, ditambah luas
           dinding ‘W’.
              Kita diberi tahu B = 12.960.000 jari , dan telah memperkirakan
                                                2
           bahwa R = B (luas atap = luas alas). Untuk menghitung luas
           dinding W kita memerlukan Teorema Centroid Pertama dari
           Pappa: Luas permukaan W dari sebuah permukaan melingkar yang
           dihasilkan dengan memutar sebuah bidang lengkung di sekitar
           sebuah sumbu eksternal dan dalam bidang yang sama adalah
           sebanding dengan hasil dari panjang busur L dari lengkungan
           itu dan jarak D yang dilalui oleh sentroidnya (pusat gravitasi):
           W = L × D.
              Dalam hal ini, bidang lengkungnya adalah bentuk setengah
           elips dari dinding, dan panjangnya hanya setengah dari keliling
           elips penuh. Menghitung keliling sebuah elips secara umum
           merupakan mimpi buruk, tetapi untuk kasus khusus yang kita
           gunakan di sini—di mana sumbu panjang mayor ‘a’ adalah dua
           kali sumbu panjang minor—kita memiliki sebuah formula yang
           bisa digunakan yang disebut Pendekatan Ramanujan yang tepat
           untuk tiga angka desimal:


                               Pendekatan Ramanujan
   http://facebook.com/indonesiapustaka  a=360 fingers  388                    
a
   394   395   396   397   398   399   400   401   402   403   404