Page 227 - Simulasi, Derteksi, dan Intervensi dini tumbuh kembang anak
P. 227
PEDOMAN PELAKSANAAN
Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar
yang menyakiti atau memaki, memberi label buruk), maupun kekerasan fisik (contoh:
merusak, mudah Memukul, mencubit, menjewer)
marah, sering tantrum • Menerapkan aturan secara tegas dan konsisten oleh seluruh
anggota keluarga dan orang dewasa yang berhubungan langsung
dengan anak dalam keseharian anak
• Menghindari pemberian hukuman dan menggantinya dengan
penerapan konsekuensi alami dan konsekuensi logis
• Tetap menunjukkan ekspresi perhatian dan kasih sayang
Sumber: Durrant, J.E. (2016). Positive discipline in everyday parenting. Sweden: Save The Children;
Foy, J.M. (2018). Mental Health Care of Children and Adolescents: A Guide for Primary Care
Clinicians; Nelsen, J. (2011). Positive Discipline, The Classic Guide to Helping Children Develop Self-
Discipline, Responsibility, Cooperation, and Problem Solving Skills. New York: Billantine Books
• Mendorong keluarga untuk membangun kebiasaan sehat
o Petugas kesehatan menyampaikan bahwa kebiasaan baik seperti pengaturan
jam tidur yang cukup, pemenuhan gizi, melakukan kegiatan fisik, dan
kebiasaan baik lainnya dapat mempengaruhi kesehatan mental anak
o Petugas kesehatan menyampaikan pentingnya membuat rutinitas, yang
sangat berpengaruh terutama bagi anak-anak yang mengalami kecemasan
atau anak yang sulit mengikuti arahan
o Petugas kesehatan mendorong orang tua untuk membangun kebiasaan
seperti membatasi screen time (waktu untuk menonton televisi atau
bermain gawai) dan memperbanyak keterlibatan anak dalam interaksi sosial
baik dengan teman sebaya, maupun interaksi personal yang berkualitas
dengan orang tua
b. Membantu mengurangi tingkat stres orang tua
Orang tua dengan anak yang mengalami gangguan emosi dan perilaku sangat
mungkin mengalami stres. Stres orang tua itu sendiri dapat mempengaruhi kondisi
psikologis anak dan mempengaruhi kesiapan mereka dalam menjalankan intervensi.
Oleh karena itu sangat penting bagi petugas kesehatan untuk memberi perhatian
pada orang tua dengan menunjukan empati, mendengarkan dengan aktif keluhan
mereka, serta mengajak mereka mendiskusikan alternatif langkah yang dapat
dilakukan untuk meringankan beban (contoh: Berbagi peran dengan pasangan,
mencari dukungan dari keluarga, melakukan kegiatan yang membuat rileks, dan lain
sebagainya).
c. Menyediakan sumber informasi
• Petugas kesehatan menyampaikan sumber informasi atau edukasi yang bisa
dipelajari, misalnya berupa leaflet atau booklet jika tersedia
• Petugas kesehatan memberikan nomor telepon atau kontak yang bisa dihubungi
(nomor telepon Puskesmas atau penanggung jawab di Puskesmas) jika terjadi
kondisi darurat terkait kondisi anak (contoh: Anak melakukan perilaku menyakiti
diri dan membahayakan keselamatannya yang sulit terkendali)
d. Memonitor perkembangan kondisi emosi dan perilaku anak
• Petugas kesehatan melakukan evaluasi atas perkembangan kondisi anak setelah
1 bulan menjalani intervensi awal
Petugas kesehatan dapat menanyakan kepada orang tua upaya-upaya apa saja
yang telah dilakukan untuk mengurangi permasalahan emosi dan perilaku yang
204

