Page 224 - Simulasi, Derteksi, dan Intervensi dini tumbuh kembang anak
P. 224
PEDOMAN PELAKSANAAN
Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar
pandang mengenai mengajak orang tua untuk berusaha dan tampak mudah marah pada
perilaku anak memahami apa yang adik sebaiknya tidak semata-mata
melatarbelakangi perilaku dan memandang bahwa kakak ‘usil’
ekspresi emosi anak, serta atau ‘nakal’, melainkan berusaha
memahami kebutuhan emosi anak melihat dari sudut pandang si
kakak bahwa mungkin si kakak
merasa kurang mendapatkan
perhatian dari ibunya, atau
kurang didengarkan saat
meminta sesuatu
Melatih anak Pertama-tama beri kesempatan anak “Oh jadi tadi kakak kesal karena
mengatasi konflik atau untuk menjelaskan permasalahan sedang asyik main lalu tiba-tiba
masalah yang terjadi, kenali dan refleksikan adik merebut mainannya ya?
perasaan anak atas permasalahan Kalau begitu sekarang kita
tersebut, lalu ajak anak untuk pikirkan agar kakak tetap bisa
mencari alternatif solusi main tapi adik bisa main juga
bagaimana ya?”
Sumber: Durrant, J.E. (2016). Positive discipline in everyday parenting. Sweden: Save The Children;
Foy, J.M. (2018). Mental Health Care of Children and Adolescents: A Guide for Primary Care
Clinicians; Nelsen, J. (2011). Positive Discipline, The Classic Guide to Helping Children Develop Self-
Discipline, Responsibility, Cooperation, and Problem Solving Skills. New York: Billantine Books
o Petugas kesehatan menjelaskan pada orang tua cara membangun hubungan
yang positif antara orang tua dengan anak. Hubungan positif diantaranya
dapat dibangun dengan cara:
▪ Menyediakan waktu yang berkualitas setiap harinya untuk berinteraksi
dengan anak melalui aktivitas bermain, membaca, bersenda gurau,
melibatkan diri pada hal yang anak sukai, atau melibatkan anak dalam
aktivitas sehari-hari yang dilakukan orang tua (dengan
mempertimbangkan kemampuan anak)
▪ Aktivitas di atas dilakukan dengan perhatian penuh oleh orang tua yang
ditunjukkan dengan menatap wajah anak, menempatkan diri pada
posisi tubuh yang sejajar dengan anak, mendengarkan saat anak
berbicara atau berpendapat, serta meninggalkan sejenak hal-hal yang
dapat mengganggu perhatian orang tua (contoh: TV, gawai, atau
pekerjaan rumah)
o Petugas kesehatan menjelaskan pentingnya menjaga konsistensi lingkungan
dalam pengasuhan anak
Anak akan lebih mudah belajar berperilaku secara tepat jika orang-orang di
sekitarnya dapat memberikan respons yang dapat diprediksi, konsisten,
serta aman untuk perilaku negatif maupun positif yang anak lakukan. Oleh
karena itu penting untuk mendorong orang tua menjaga konsistensi
perilakunya sendiri serta mengupayakan agar anak juga mendapatkan
respons yang konsisten dari semua orang-orang yang terlibat dalam
pengasuhan anak, seperti pengasuh, kakek, nenek, atau saudara yang tinggal
serumah dengan anak.
201

