Page 104 - Sejarah Daerah Lampung
P. 104
85
duduk. Seringkali para pekerja dipaksa bekerja di luar kemarnpuannya,
tidak bisa mengerjakan sawah mereka lagi serta banyak yang mati aki-
bat malaria.' Karena itu Sultan Banten kemudian menolak untuk me-
nyediakan tenaga baru. Rencana pangkalah Angkatan Laut dibangun
di Anyer di ujung Surabaya. Tetapi rupanya kemudian ujung Surabaya
merupakan ternpat cocok untuk pangkalah Angkatan Laut. Pembangu-
nan Anyer juga mengalami kesulitan karena Sultan Banten tidak mau
menuruti kehendak Dandels. Daendels marah dan menyerbu ·keraton
Banten pada tanggal 21 November 1808. Sultan Banten ditangkap dan
dibuang ke Ambon, s-edang Patih Wangsadireja dihukum mati. Kesul-
tanan Banten sendiri dihapuskan dan dijadikan daerah yang langsung
di bawah pemerintahan Belanda di Batavia dan didudukkan seorang
Residen di Banten.
Dengan status Banten yang baru ini, Lampung juga melalaui
besluit tanggal 22 November 1808 dijadikan daerah yang . langsung di
bawah gubemuran Belanda. Hal ini t~tu saja ~g rakyat Lam-
pung. Dikabarkan terjadilan perlawanan di sana sini antara lain perla-
wanan di daerah Abung (Kotabumi) di bawah P3ngeran Indra Kusu-
ma. Perlawaiian ini bisa dipadamkan, Pangeran Indra Kusuma ditang-
kap dan dibawa, kemungkinan ke Banten. Para pengikutnya menyusul
mencari beliau ke Banten, tetapi tidak berhasil bertemu. Karena malu
untuk kembali ke Lampung para pengikut ini menetap di Cikoneng,
Sehingga terkenalah sebagai kota Lampung Cikoneng, dekat kota La-
buhan sekarang.
Penguasa di Lampung yang juga mempunyai kekuasaan yang
nyata ialah Raden lntan I, gelar Dalom Kus1ima Ratu VI (1751-1728)
'di Negara Ratu (debt Kalianda). Belanc:la tidak bertmdak bruter-
hadap Radm Intan I, malahan oleh Belanc:la/Daendel Raden !man I
dialmi kepemiq>--ya tem.dap rakyitnya dlD f;tilkui pmglc•nya
tebapi Ratu din Kumel~ K-.mp;n-m..,.. walml. itu S..

