Page 19 - Modul Perkuliahan Getaran dan Gelombang FlipDFP Pro
P. 19
Gambar 1.7
Misalkan pada saat awl (t = 0), benda dititik Q, dan t sekon
kemudian tiba di titik P. Proyeksi P pada sumbu X adalah Px dan pada
sumbu Y adalah Py (Gambar 1.5). O sama dengan jari-jari lingkaran,
dan ini sampai dengan simpangan maksimum yang dapat dimiliki
benda atau disebut amplitudo (diberi lambang A).
Perhatikan segitiga siku-siku OPx P , y = OPy = PPx
dan <PxOP = = + 0
sin = sehingga sin ( + 0) =
y = A sin ( + 0)
Misalnya kecepatan sudut gerak melingkar beraturan adalah maka ,
sudut pusat yang ditempuh mulai dari Q (t = 0) sampai di P (t=t sekon),
yaitu adalah :
= atau = 2
2
Sebab =
Jika nilai kita masukkan ke persamaan simpangan y di atas, maka
kita peroleh:
2
y = A sin ( + 0) atau y = A sin ( + ) (1-4)
0
Dengan:
y = simpangan (meter), A=Amplitudo (meter), t=waktu tempuh (sekon),
T = periode (satuan s), 0 = sudut awal/sudut pada saat t = 0 (rad),
= kecepatan sudut (rad/s).
Wahyudi, S.Pd, M.Si, dkk / Modul Perkuliahan Getaran dan Gelombang 9

