Page 134 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 31 OKTOBER 2019
P. 134
Title UMP DIY 2020 DISEPAKATI RP1,7 JUTA PER BULAN
Media Name jogja.antaranews.com
Pub. Date 30 Oktober 2019
https://jogja.antaranews.com/berita/400079/ump-diy-2020-disepakati-rp1 7-juta-per-
Page/URL
bulan
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Yogyakarta - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama dengan
Dewan Pengupahan menyepakati Upah Minimum Provinsi (UMP) DIY 2020 sebesar
Rp1.704.608,25 per bulan, naik Rp133.685,52 dari UMP 2019.
Kesepakatan tersebut diambil dalam rapat koordinasi tentang UMP dan UMK antara
Gubernur DIY, bupati/wali kota se-DIY bersama Dewan Pengupahan DIY di Gedung
Gadri, Kantor Kepatihan, Yogyakarta, Rabu.
"Rapat koordinasi bersepakat UMP disesuaikan dengan PP 78 tahun 2015 dengan
kenaikan 8,51 persen dari UMP 2019. Besarannya menjadi Rp1.704.608, 25," kata
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY Andung Prihadi
Santosa seusai mengikuti rapat koordinasi tersebut.
Andung mengatakan besaran UMP DIY 2020 yang telah disepakati itu akan
ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur DIY pada 1 November 2019.
Selain UMP, lanjut dia, upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2020 untuk empat
kabupaten dan satu kota di DIY juga telah disepakati.
UMK untuk Kota Yogyakarta disepakati sebesar Rp2.004.000, untuk Kabupaten
Bantul disepakati Rp1.790.500, Kulon Progo Rp1.750.500, Sleman Rp1.846.000, dan
Gunung Kidul Rp1.705.000.
Ia mengatakan UMK di DIY akan ditetapkan melalui SK bupati/wali kota pada 2
November atau sehari setelah penetapan UMP DIY. "Setelah UMK ditetapkan maka
UMP tidak berlaku lagi," kata dia.
Andung menjelaskan penghitungan UMP maupun UMK 2020 di DIY berpegang pada
formula yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015
tentang Pengupahan dengan menggunakan komponen angka inflasi maupun angka
pertumbuhan ekonomi nasional mengacu surat edaran Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi
Page 133 of 173.

