Page 135 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 31 OKTOBER 2019
P. 135

Title          PEMDA DIY PUNYA ORIENTASI UMP 2021, BURUH NILAI BUKAN SOLUSI
               Media Name     gatra.com
               Pub. Date      30 Oktober 2019
                              https://www.gatra.com/detail/news/453954/ekonomi/pemda-diy-punya-orien tasi-ump-
               Page/URL
                              2021-buruh-nilai-bukan-solusi
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive





               Yogyakarta, Gatra.com Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah
               Istimewa Yogyakarta Andung Prihadi Santoso menyatakan komponen kenaikan upah
               minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/ kota (UMK) 2021 di DIY
               akan berorientasi pada aspek pengentasan kemiskinan.

               "Orientasi pengentasan kemiskinan ini seturut berakhirnya Peraturan Pemerintah
               Nomor 78 Tahun 2015 tahun depan. Kami belum menentukan metode
               penetapannya, meski sudah menjadi arahan Gubernur," kata Andung usai rapat
               penetapan UMP DIY 2020 di Kantor Gubernur DIY, Kepatihan, Yogyakarta, Rabu
               (30/10).

               Sesuai kebijakan itu tahun depan, pemerintah kabupaten/ kota diminta merumuskan
               indikator dan komponen penentu UMP dua-tiga bulan sebelum ditetapkan.

               Andung menyatakan, metode atau komponen itu akan menjadi acuan utama
               penetapan UMP 2012 menggantikan PP Nomor 78 Tahun 2015. Terlebih lagi, Pemda
               DIY belum memiliki perda atau metode kenaikan upah sendiri. "Fokus kami adalah
               memenuhi target penurunan kemiskinan sebesar 7 persen di 2022," katanya.

               Sekretaris Jenderal Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) Kirnadi menyatakan Pemda DIY
               punya orientasi UMP 2021, tapi belum menemukan solusi pengentasan kemiskinan.
               Dengan begitu, Pemda DIY gagal membuat kebijakan untuk menyejahterakan
               buruh.

               "Ini menunjukkan pemda tidak memiliki peta jalan menyejahterakan buruh. Padahal
               pemerintah sudah memiliki roadmap nasional tentang kebijakan perburuhan. Ini
               hanya soal berani apa tidak dari pemimpin daerahnya," kata Kirnadi saat dihubungi.

               Kirnadi memandang penetapan UMP DIY yang mengacu PP Nomor 78 Tahun 2015
               menjadi bukti Gubernur DIY gagal menggunakan kewenangan untuk meningkatkan
               upah pekerja sektoral yang menjadi tulang punggung perekonomian.

               Padahal, menurut Kirnadi, data BPS menunjukkan pekerja sektoral di bidang
               pariwisata, farmasi, dan manukfaktur tumbuh tinggi dibanding pekerja sektor lain.
               Kirnadi menyatakan, Gubernur DIY tidak berani menggunakan kewenangan dalam
               soal UMP karena ada konflik kepentingan ekonomi dengan jabatannya sebagai raja
               Yogyakarta.





                                                      Page 134 of 173.
   130   131   132   133   134   135   136   137   138   139   140