Page 18 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 1 OKTOBER 2021
P. 18
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan Indonesia memiliki peluang untuk
menempatkan kembali PMI ke Korea. Hal ini menyusul dikeluarkannya surat dari Minister of
Employment and Labour (MoEL) of Republic of Korea pada September 2021.
Surat tersebut memuat peluang untuk menempatkan PMI melalui skema Employment Permitt
System (EPS) pada industri manufaktur. Total kuota mencapai 2.139 orang.
"Mewakili Pemerintah Indonesia, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-
tingginya kepada Pemerintah Korea, atas kerja sama yang terjalin baik selama ini, khususnya di
bidang penempatan dan pelindungan PMI secara G to G melalui EPS sejak tahun 2008," katanya
ketika bertemu dengan Duta Besar Korea di Indonesia Park Tae-Sung, dikutip dari keterangan
resminya, Kamis (30/9/2021).
Ida mengemukakan upaya penempatan kembali PMI ke Korea telah dimulai sejak Juli 2021, di
mana pada 26 Juli 2021 lalu, pemerintah telah mengirimkan surat kepada MoEL untuk dapat
mempertimbangkan pembukaan kembali penempatan PMI. Permohonan ini mempertimbangkan
penurunan jumlah positive rate Covid-19 di Indonesia.
Namun pada bulan yang sama, angka positive rate naik tajam sehingga Pemerintah Korea
Selatan memberlakukan kembali kebijakan selektif terhadap kedatangan WNA ke negaranya.
"Pada awal bulan September, kami telah menerima surat dari MoEL atas kuota penempatan
sebanyak 2.139 orang pada tahun 2021. Sekali lagi terima kasih kepada Korea yang telah
memberikan kesempatan penempatan ini. Ini menunjukkan ada demand dari Pemerintah Korea
dan Indonesia pun memiliki supply PMI untuk dapat ditempatkan di Korea," lanjutnya.
Ia mengungkapkan Korea menjadi salah satu negara tujuan penempatan favorit para PMI. Data
penempatan PMI menunjukkan jumlah peminat setiap tahun lebih dari 10.000 orang PMI. Pada
2019, terdapat 9.946 PMI yang lulus. Setahun berikutnya turun menjadi 2.422 orang PMI dan
kembali menurun menjadi 2.290 pada 2021.
Namun pada tahun lalu, penempatan PMI ke Korea belum diberangkatkan dan para pekerja
migran mendesak pemerintah terus berupaya mempatkan kembali PMI ke Korea melalui skema
EPS. Untuk itu, pemerintah meminta Pemerintah Korea segera dapat mengizinkan kembali
masuknya Pekerja Migran Indonesia.
Dalam penanganan pandemi Covid-19, Pemerintah Indonesia juga telah melakukan tindakan
preventif berupa prosedur penempatan PMI di era adaptasi kebiasaan baru, di antaranya
melakukan tes PCR sebelum keberangkatan, serta melakukan vaksinasi Covid-19. "Jenis
vaksinasi yang digunakan antara lain, sinovac, Astrazaneca, Sinopharm, Moderna dan Pfizer,"
katanya.
17

