Page 20 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 1 OKTOBER 2021
P. 20
positive - Endang Parahyanti (Psikolog bidang industri dan organisasi dari UI) Kondisike depan
yang tidak dapat diprediksi dapat diantisipasi dengan model bekerja hybrid karena pekerjaan
dan tanggung jawab dapat tetap terselesaikan meskipun keadaan tidak memungkinkan untuk
diadakan pertemuan secara fisik dan keharusan untuk mengurangi mobilitas
positive - Endang Parahyanti (Psikolog bidang industri dan organisasi dari UI) Membangun sistem
SDM yang terprogram dengan baik sehingga pegawai memiliki jalur komunikasi yang baik setiap
saat, tidak hanya ketika menghadapi suatu masalah. Peran pimpinan cukup krusial
dalampolakerjaAyfcrirf karena perlu menjaga motivasi kerja pegawai dan menjaga kesehatan
mental mereka
Ringkasan
Sistem kerja hybrid dengan memadukan aktivitas bekerja di kantor dan di rumah merupakan
keniscayaan. Ketersediaan teknologi memungkinkan semua pekerjaan bisa dilakukan secara
remote kendati dalam hal-hal tertentu kehadiran fisik di kantor tetap diperlukan. Meski demikian,
ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan apabila sistem hybrid ini diberlakukan. Misalnya
saja dukungan infrastruktur teknologi yang memadai serta memastikan produktivitas karyawan
tetap tinggi.
AKANKAH SISTEM KERJA HYBRID PERMANEN?
Sistem kerja hybrid dengan memadukan aktivitas bekerja di kantor dan di rumah merupakan
keniscayaan. Ketersediaan teknologi memungkinkan semua pekerjaan bisa dilakukan secara
remote kendati dalam hal-hal tertentu kehadiran fisik di kantor tetap diperlukan.
Meski demikian, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan apabila sistem hybrid ini
diberlakukan. Misalnya saja dukungan infrastruktur teknologi yang memadai serta memastikan
produktivitas karyawan tetap tinggi.
Di sisi lain, aktivitas bekerja di rumah juga ternyata membutuhkan upaya ekstra karena
panjangnya waktu kerja. Selain itu faktor kesehatan pun harus diperhatikan karena ada potensi
kejenuhan akibatterus-terusan memantau gawai.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyatakan, mengenai model hybrid, yakni
perpaduan kerja di kantor dan kerjfi di rumah yangberkembangpada masa Covid-19 ini,
pemerintah telah menerbitkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan (Kepmenaker) Nomor
104/2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Hubungan Kerja Selama Masa Pandemi Covid-19.
Dalam beleid itu diatur model bekerja dari rumah atau work fromhame (WFH)danbekerjadi
kantor/tempat kerja atau work from office (WFO).
Pedoman ini, menurut Ida, memuat petunjuk pelaksanaan hubungan kerja selama masa
pandemi yang meliputi tiga hal pokok.
Akankah Sistem Kerja Hybrid Permanen?
"Satu, pelaksanaan sistem kerja dari rumah atau WFH dan bekerja di kantor/tempat kerja atau
WFO. Dua, pelaksanaan upah dan hak-hak pekerja/buruh lainnya. Tiga, langkah-langkah
pencegahan pemutusan hubungan kerja," tandas Ida kepada KORAN SINDO.
19

