Page 21 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 1 OKTOBER 2021
P. 21

Dia  menegaskan,  pelaksanaan  WFO  dapat  dilakukan  dengan  tiga  ketentuan.  Pertama,
              menentukan persentase jumlah pekerja yang melakukan WFO dengan mengacu pada kebijakan
              pembatasan kegiatan masyarakat yang ditetapkan oleh pemerintah.

              Kedua, mengatur pembagian hari kerja dalam satu bulan secara bergiliran untuk membeiikan
              kesempatan  bagi  pekerja  buruh  agar  dapat  bekerja  dengan  tetap  memperhatikan  kapasitas
              maksimal yang ditetapkan oleh pemerintah.

              Ketiga, mengurangi jam kerja. Perusahaan, menurut Ida, dapat melakukan pengurangan jam
              kerja dengan menerapkan kerja shift sesuai dengan kebijakan pemerintah dan tetap menerapkan
              protokol kesehatan secara ketat.

              "Model kerja hybrid dapat menjadi solusi di tengah Covid-19 dan pasca Covid-19 karena model
              kerja ini dapat memberikan manfaat, antara lain mengurangi risiko pekerja terpapar Covid-19,
              mengurangi biaya perjalanan ke kantor yang harus dikeluarkan oleh pekerja, dan juga dapat
              mengurangi kemacetan," ujarnya.
              Wakil  Ketua  Umum  DPP  PKB  itu  membeberkan,  penerapan  model  kerja  hybrid  di  setiap
              perusahaan  tentunya  berbedai-beda,  disesuaikan  dengan  kebutuhan  masing-masing.
              Menurutiiya, apabila dirasa efektif dalam penerapan model kerja hybrid di perusahaan tersebut,
              penerapan model kerja demikian akan terus berlanjut.
              "Keuntungan dan kerugian model kerja hybrid bagi perusahaan dan pegawai, (mesti dilihat) dari
              dimensi  ekonomi  dan  manajemen,  dimensi  lingkungan  dan  teknologi,  dan  dimensi  sosial,"
              ungkap Ida.

              Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia M Arsjad Rasjid menilai, saat ini
              pemerintah  masih  mendorong  WFH  untuk  sebagian  sektor  bisnis  atau  industri.  Pemerintah,
              menurut dia juga mulai membuka secara penuh operasional beberapa sektor lainnya, termasuk
              pelayanan publik yang diselenggarakan oleh kementerian atau Lembaga pemerintah.
              Bahkan, menurut dia, pemerintah pernah menggaungkan work from Bali atau kerja dari Bali
              untuk mengerek sektor parekraf di Bali atau sekitarnya yang terkena imbas pandemi.

              "Sebenarnya  kebijakan  pemerintah  ini  juga  disesuaikan  dengan  kemampuan  perusahaan  itu
              sendiri dalam mengatur manajemen risiko dan kesehatan di tempatnya," ujar Arsjad kepada
              KORAN SINDO di Jakarta, Kamis (30/9).

              Kadin Indonesia, menurut Arsjad, sepakat bahwa model kerja hybrid menjadi solusi di tengah
              Covid-19 dan nanti selepas pandemi. Apalagi, menurutnya, beberapa negara lain pun sudah
              melakukan pekerjaan secara online lebih cepat dan lebih produktif.

              Saat ini lingkungan Kadin Indonesia masih menerapkan sistem WFH atau kerja dari rumah untuk
              menekan penyebaran virus korona. Keputusan ini diambil Kadin Indonesia menyusul imbauan
              Presiden Joko Widodo agar pengusaha memberikan kelonggaran untuk mengurangi ruang gerak
              masyarakat di tengah penyebaran wabah virus korona.

              "Namun pemberlakuan sistem kerja dari rumah masih terbatas untuk karyawan administrasi.
              Pasalnya tak semua sektor cocok dengan sistem kerja di rumah. Misalnya sektor manufaktur
              yang mengharuskan pekerja hadir dalam aktivitas produksi," kata dia.

              Presiden Direktur PT Indika Energi Tbk ini berpandangan, kebijakan bekerja dari rumah harus
              disesuaikan dengan relevansinya terhadap kebutuhan pencegahan wabah di perusahaan dan
              perhitungan manajemen risiko terhadap ketahanan perusahaan.



                                                           20
   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26