Page 22 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 1 OKTOBER 2021
P. 22
Dia menggariskan, Kadin Indonesia sebenarnya meminta agar manufaktur dan ritel bisa dibuka
sepenuhnya atau perlu kehadiran fisik karena produksinya memang membutuhkan kehadiran
dan sektor ini juga jadi tulang punggung perbaikan ekonomi. Tapi dengan syarat utama, sudah
vaksin dosis kedua.
"Jadi sebenarnya secara prinsip, hampir beberapa perusahaan yang juga bagian dari Kadin
Indonesia sudah menerapkan sistem hybrid ini, misalnya dibidang perbankan, media, TI, dan
lainnya. Bidang-bidang ini sangat relevan menggunakan sistem hybrid karena lekat dengan
penggunaan teknologi digital," ujar Arsjad.
Bagi Kadin Indonesia, kata Arsjad, situasi Covid-19 adalah jembatan terhadap masa depan dan
akselerator untuk transformasi digital. Menurut dia, situasi tidak akan kembali seperti sebelum
adanya pandemi, namun masyarakat akan terus beradaptasi pada perubahan zaman dengan
memanfaatkan perkembangan teknologi digital.
"Jika kita melihat, maka tampak masyarakat telah menjadi pribadi yang adaptif di tengah
ketidakpastian pandemi dengan beradaptasi pada perubahan melalui cara-cara baru untuk
menjalani aktivitas kesehariannya," sebutnya.
Pengamat bidang sumber daya manusia. (SDM) Universitas Indonesia (UI) Endang Parahyanti
mengatakan, harus ada regulasi yang menjadi pijakan dan dasar peraturan yang menjadi
pegangan perusahaan untuk menetapkan kebijakan pola kerja hybrid di perusahaan.
Menurutnya, apabila tidak ada beleid yang mengatur secara umum, mungkin ada kesalahan
penerapan kebijakan dari perusahaan yang mungkin merugikan pegawai. Menurut dia, model
hybrid atau blended memang bisa menjadi solusi yang terbaik untuk saat ini ataupun di kala
nanti masyarakat harus hidup berdampingan dengan virus korona.
"Kondisike depan yang tidak dapat diprediksi dapat diantisipasi dengan model bekerja hybrid
karena pekerjaan dan tanggung jawab dapat tetap terselesaikan meskipun keadaan tidak
memungkinkan untuk diadakan pertemuan secara fisik dan keharusan untuk mengurangi
mobilitas," kata Endang.
Dia menambahkan, metode hybrid tentu ada kelebihan dan kekurangannya, baik bagi
perusahaan maupun pegawainya. Keuntungan bagi perusahaan misalnya dapat menghemat
biaya operasional perusahaan karena pegawai bekerja secara bergantian. Kefnudian dapat
memperoleh pegawai terbaik yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dari seluruh dunia.
Adapun tantangan yang dihadapi misalnya dari sistem pemantauan (monitoring) kinerja
karyawan secara berkala sehingga dapat memberikan penilaian kinerja yang fair untuk semua
karyawan mengingat otonomi kerja dalam pola kerja hybrid sangat besar.
Sementara itu pengelolaan terhadap engagement karyawan kepada perusahaan perlu dikelola
dengan baik sehingga identitas karyawan terhadap perusahaan tempatnya bekerja juga dapat
terus terbangun.
"Membangun sistem SDM yang terprogram dengan baik sehingga pegawai memiliki jalur
komunikasi yang baik setiap saat, tidak hanya ketika menghadapi suatu masalah. Peran pimpinan
cukup krusial dalam polakerja hybrid karena perlu menjaga motivasi kerja pegawai dan menjaga
kesehatan mental mereka," ucap Endang.
Usabirlaluhu/
rratnapumdma
21

