Page 54 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 1 OKTOBER 2021
P. 54

Demikian,  kata  Said,  jika  tuntutannya  tersebut  tidak  didengarkan  oleh  pemerintah  dan  para
              pengusaha, buruh akan melakukan unjuk rasa serempak di seluruh Indonesia.
              Unjuk  rasa  akan  dilakukan  di  depan  kantor  Bupati  dan  Wali  kota  untuk  menuntut  tidak
              diberlakukannya UMK 2022 dengan UU Cipta Kerja.

              "Akan ada aksi unjuk rasa serempak seluruh Indonesia, dan sekarang jumlah di KSPI dan afiliasi
              lainnya kita sudah ada di 34 provinsi, kami serempak akan unjuk rasa di depan kantor bupati
              walikota menuntut tidak diberlakukan UMK 2022 dengan UU cipta kerja, dan menuntut upah
              minimum jenis industri dan kelompok usaha lebih besar dari UMK 2022," tuturnya.

              hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

              Direktur Hubungan Kerja dan Pengupahan Kemnaker, Dinar Titus Jogaswitani pun menjawab
              tuntutan  buruh  tersebut.  Penentuan  upah  minimum  buruh  masih  mengacu  pada  Peraturan
              Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

              Di mana PP tersebut merupakan aturan turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020
              tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja).

              "Sesuai UU Cipta Kerja kenaikan upah minimum berdasarkan variabel inflasi atau Pertumbuhan
              Ekonomi (PE) mana yang lebih besar. Kita lihat saja antara dua variabel itu yang nilainya lebih
              besar dengan menghitung juga batas atas dan sebagainya batas bawah," jelas Dinar kepada
              Liputan6.com, Kamis (30/9/2021).
              Memang dalam PP 36 tahun 2021 tersebut, upah ditetapkan berdasarkan formulasi dari kondisi
              ekonomi dan ketenagakerjaan,  baik  meliputi pertumbuhan  ekonomi daerah  atau  inflasi  pada
              kabupaten kota yang bersangkutan.

              Bahkan di dalam pasal 25 ayat 4 dijelaskan, kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan sebagaimana
              dimaksud meliputi variabel paritas daya beli, tingkat penyerapan tenaga kerja, dan median upah.
              Di mana penetapan ini bersumber dari lembaga yang berwenang di bidang statistik.

              Tolak UU Cipta Kerja

              Namun, KSPI menegaskan menolak penetapan upah minimum pada 2022 memakai UU Omnibus
              Law  Cipta  Kerja.  Pihaknya  bahkan  memastikan  diri  tidak  mengikuti  proses  pembahasan  dan
              penetapan UMK 2022 yang dasarnya menggunakan UU Omnibus Law.

              KSPI menilai kepala daerah baik bupati atau walikota berhak menetapkan upah sektoral. Hak ini
              dikatakan tidak bertentangan dengan UU Omnibus Law.

              Penetapan ini nantinya bisa mengacu pada peraturan daerah (perda). "Tidak ada kata-kata upah
              minim sektoral dilarang dalam UU Omnibus Law. Tidak ada ayat satupun yang menyatakan upah
              minimum sektoral dilarang dengan demikian perda tidak bertentangan sepanjang nilainya lebih
              baik dari UU," tegas dia.
              Sekjen  Asosiasi  Pengusaha  Kuliner  Indonesia  (Apkulindo),  Misbakhun  Pradhana  menilai
              permintaan buruh tersebut memberatkan pengusaha.

              "Saya rasa berat buat kami untuk memenuhinya (kenaikan gaji)," katanya kepada Liputan6.com,
              Kamis (30/9/2021).

              Ia  menilai,  saat  ini  sebagian  pengusaha  masih  terdampak  oleh  pandemi.  Jadi,  katanya,
              pengusaha di berbagai sektor, termasuk juga kuliner masih berusaha untuk bertahan.



                                                           53
   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59