Page 42 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 JANUARI 2020
P. 42

Title          DUA PEKAN LAGI, 30 RIBU BURUH DEMO TOLAK OMNIBUS LAW
               Media Name     tempo.co
               Pub. Date      07 Januari 2020
                              https://bisnis.tempo.co/read/1292095/dua-pekan-lagi-30-ribu-buruh-demo -tolak-
               Page/URL
                              omnibus-law
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative













               Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bakal menggelar unjuk rasa atau demo
               menolak omnibus law dan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Demonstrasi tersebut
               bakal dilakukan serentak di seluruh Indonesia pada 20 Januari 2020.

               "Di Jakarta, aksi akan dipusatkan di DPR, bertepatan dengan pembukaan sidang
               paripurna DPR RI pada awal tahun ini," ujar Presiden KSPI Said Iqbal dalam
               keterangan tertulis, Selasa, 7 Januari 2020. Di provinsi lain, aksi akan dipusatkan di
               Kantor DPRD atau Kantor Gubernur di masing-masing provinsi.

               Menurut Said Iqbal, khusus untuk di DPR, massa yang akan hadir diperkirakan
               berjumlah 30 ribu orang buruh. Sedangkan di masing-masing provinsi, demonstrasi
               akan melibatkan ribuan orang buruh. Meliputi Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah,
               Jawa Timur, Lampung, Sumatera Utara, Bengkulu, Sumatera Utara, Kepuluan Riau,
               Aceh, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku, dan
               beberapa provinsi lain.

               "Sebelumnya aksi ini kami rencanakan pada 16 Januari 2020 , tetapi karena pada
               tanggal itu anggota DPR RI masih berada di dapil, aksi kami undur menjadi tanggal
               20 Januari. Bersamaan dengan pembukaan masa sidang DPR RI di awal tahun ini,"
               kata Iqbal.

               Dalam unjuk rasa ini, Said Iqbal berharap DPR RI bisa mendengarkan aspirasi kaum
               buruh untuk menolak pembahasan omnibus law. Sebab, menurut kajian KSPI,
               secara substansi, omnibus law cenderung merugikan kaum buruh.

               "Kami menilai Omnibus Law tidak akan meningkatkan investasi. Tetapi justru akan
               menurunkan tingkat kesejahteraan kaum buruh, sehingga mereka menjadi miskin,"
               ujar Iqbal.

               Menurut dia, Omnibus Law hanya akan menghilangkan upah minimum,
               menghilangkan pesangon, outsourcing dan kontrak kerja yang bebas (fleksibilitas
               pasar kerja), hingga masuknya TKA yang tidak memiliki skill. Belum lagi persoalan
               hilangnya jaminan sosial, dan dihapuskannya sanksi pidana bagi pengusaha yang
               tidak memberikan hak-hak buruh.



                                                       Page 41 of 74.
   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47