Page 132 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 132
"Kehadiran TKA jangan dipandang sebagai sesuatu yang merugikan kita, justru menguntungkan
kita," ujar Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan
Kerja (Binapenta) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Aris Wahyudi ketika dihubungi
Kompas.com, Kamis (18/6/2020).
"Ketika operasi perusahaan itu enggak siap atau mangkrak, pastinya pekerja lokal akan balik
kanan atau akan dirumahkan," sambungnya.
Oleh sebab itu, pemerintah memberikan izin kepada dua perusahaan yang mengajukan
permohonan TKA itu, yakni PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel
yang berlokasi di Sulawesi Tenggara.
"Jadi kami dapat info kalau tenaga kerja lokal di Virtue mau dirumahkan kalau tidak ada
pekerjaan lagi. Itu ada 11.000 lebih kan tenaga kerja lokal di Virtue. Ketika itu proyeknya macet,
ya mereka harus dirumahkan," ucapnya.
Kemenaker memastikan bahwa kehadiran TKA dari "Negeri Tirai Bambu" ini tidak akan
berlangsung lama karena sesuai kontrak perjanjian hanya berlangsung enam bulan kerja.
"Karena TKA ini hanya jangka pendek, maksimum enam bulan. Setelah enam bulan, harus
pulang. Tidak boleh diperpanjang," katanya.
Perlu diketahui, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi berubah sikap soal 500 tenaga kerja
asing asal China yang akan membangun smelter di daerahnya. Ali memperbolehkan masuknya
500 TKA asal China itu karena sudah ada izin dari pemerintah pusat.
Setelah diizinkan, 500 TKA asal China itu akan datang secara bertahap ke Konawe. Pada tahap
pertama, ada 146 tenaga kerja yang didampingi empat tenaga medis. Mereka dijadwalkan tiba
pada 23 Juni 2020.
Artikel ini tayang di Kompas.com dengan judul Awal Juli, 500 TKA Asal China Bakal Datang ke
Indonesia? dan Pemerintah Klaim TKA China yang Masuk Akan Bantu Pekerja Lokal.

