Page 111 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 OKTOBER 2019
P. 111
Title INDEKS PEMBANGUNAN KETENAGAKERJAAN DI DIY TERTINGGI SE-INDONESIA
Media Name harianjogja.com
Pub. Date 14 Oktober 2019
https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2019/10/14/510/1021928/indek s-
Page/URL
pembangunan-ketenagakerjaan-di-diy-tertinggi-se-indonesia
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Pemda DIY kembali meraih penghargaan sebagai daerah dengan Indeks Pembangunan
Ketenagakerjaan (IPK) tertinggi se-Indonesia. DIY meraih IPK sebesar 70.79, dan menjadi
satu-satunya provinsi di Indonesia yang meraih IPK diatas angka 70.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menaker RI, Muhammad Hanif Dhakiri kepada Wakil
Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, pada acara Penghargaan Indeks Ketenagakerjaan 2019,
Senin (14/10/2019) di Hotel Bidakara, Jakarta.
Dijelaskan Hanif, IPK merupakan nilai yang menggambarkan kondisi keberhasilan
pembangunan ketenagakerjaan secara komposit. Hal itu mencakup sembilan indikator
utama pembangunan ketenagakerjaan mendasar. Meliputi, aspek perencanaan tenaga
kerja, penduduk dan tenaga kerja, kesempatan kerja, pelatihan kerja dan kompetensi kerja.
Selain itu, aspek produktivitas tenaga kerja, hubungan industrial, kondisi lingkungan kerja,
pengupahan dan kesejahteraan pekerja, dan jaminan sosial tenaga kerja. "Kemenaker
menggunakan IPK untuk mengukur keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan nasional di
setiap provinsi di Indonesia," katanya.
Menurut Hanif, kegiatan tersebut dilakukan sejak 2011 lalu. Setiap tahun, Kemenaker
memberikan penghargaan kepada provinsi yang memiliki nilai indeks terbaik. Hal ini untuk
memotivasi pemerintah daerah agar menyelenggarakan pengelolaan ketenagakerjaan
dengan lebih baik.
"Kesuksesan seorang pemimpin daerah bisa dilihat dari kualitas ketenagakerjaan yang
dimiliki daerah tersebut. Saat ini ketenagakerjaan bukan lagi isu pinggiran tapi sudah
menjadi isu sentral," kata Hanif.
Sementara itu, Wagub DIY menyambut baik penghargaan tersebut. Penghargaan yang
diterima oleh Pemda DIY dapat dijadikan cambuk untuk terus meningkatkan dan
mempertahankan prestasi. Capaian tersebut bukan hanya ajang untuk pamer dan berpuas
diri.
"Semoga tahun depan (DIY) dapat (penghargaan) lagi. Bukan untuk ajang pamer, karena
toh kita masih punya kekurangan, tapi lebih untuk menjadikan masyarakat DIY yang
sejahtera dan terampil," ujarnya.
Page 110 of 116.

