Page 106 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 OKTOBER 2019
P. 106
Ryu mengungkapkan, sebelum bekerja di Qatar, dia berusaha membuka kedai kopi
sendiri. Namun, keinginannya belum bisa terwujud karena berbagai kendala
membelitnya. Di luar dugaan, sahabat kerjanya dulu di Daily Breu, Bandung,
memberikan informasi untuk melamar kerja di Frame Coffe Shop. "Saya coba
melamar tawaran kerja itu. Alhamdulillah diterima bekerja oleh manajemen Frame,"
kata Ryu.
Selama bekerja di Frame Coffee Shop, banyak kesan yang diperoleh putra dari
wartawan harian di Bandung tersebut. Tak hanya belajar kopi, Ryu juga banyak
mempelajari kultur kopi di Qatar yang dinilai berbeda dan sangat menarik. "Jumlah
barista Indonesia di Qatar memang sedikit. Tetapi mereka semua merangkul dan
mengajarkan kultur kopi mereka yang berbeda kepada saya," kata Ryu.
Ryu berpesan, khususnya kepada barista Indonesia, agar tidak pernah takut untuk
mencoba hal baru, meski resiko akan dihadapinya. Ia berpesan agar barista
Indonesia tetap berkarya, belajar dan berlatih, karena keberhasilan merupakan buah
dari ketekunan dan kerja keras.
"Tidak ada yang instan, semua butuh proses," ujar Ryu.
Dubes Basri Sidehabi memberikan apresiasi dan bangga atas prestasi yang digapai
Ryu. Kesuksesan Ryu, kata Dubes, membuktikan bahwa orang Indonesia (pekerja
migran) mampu berkompetisi di ajang internasional.
"Terus tingkatkan kompetensi, percaya diri dan komunikasi yang baik," pesan Basri.
Sedangkan Atase Tenaga Kerja KBRI Doha, Muchamad Yusuf, menjelaskan, KBRI
Doha berkomitmen untuk terus memberikan dukungan agar makin banyak barista
Indonesia bisa bekerja di luar negeri, tidak hanya di Qatar.
"Namun juga di berbagai negara, sekaligus menjadi agen mempromosikan kopi-kopi
terbaik Indonesia di mancanegara," ujar Yusuf.
Page 105 of 116.

