Page 115 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 115

Title          KSPI AKAN TEMPUH JALUR HUKUM JIKA RUU OMNIBUS LAW SAH
               Media Name     jawapos.com
               Pub. Date      16 Februari 2020
                              https://www.jawapos.com/nasional/16/02/2020/kspi-akan-tempuh-jalur-huk um-jika-
               Page/URL
                              ruu-omnibus-law-sah/
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative









               Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menempuh jalur hukum dengan
               mengajukan banding ke Mahkamah Konstitusi (MK) apabila Rancangan Undang-
               Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat
               (DPR).

               Hal itu dilakukan karena bertentangan dengan rencana pemerintah yang
               menginginkan perekonomian tumbuh, tapi mengorbankan kesejahteraan para
               pekerja. Salah satu contohnya adalah menghilangkan pasal yang mengatur tentang
               upah minimum yang terdapat dalam Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003
               tentang Ketenagakerjaan.

               "Secara hukum kami akan melakukan judisial review formil untuk membatalkan
               undang-undang itu ke MK. Judisial review untuk materil juga akan kami sampaikan
               terkait pasal mana saja yang akan kami minta dibatalkan ke MK," kata Presiden
               KSPI Said Iqbal di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta, Minggu (16/2).

               Menurutnya, jalur hukum merupakan langkah tepat untuk membatalkan disahkan-
               nya RUU tersebut. Pemerintah pun tidak boleh melarang, sebab hal ini merupakan
               hak warga negara. "Buruh merupakan warga negara yang terdampak dengan sikap
               pemerintah yang sangat kapitalisme dengan dunia tenaga kerja," tutur dia.

               Penentangan itu kian kuat dengan rencana KSPI untuk melakukan aksi besar-
               besaran penolakan RUU Omnibus Law. Sebab, peraturan yang dirasa merugikan ini
               menyinggung seluruh pekerja di Indonesia. "(Aksi) selama pembahasan di DPR
               kalau dipaksa (setuju) untuk merugikan buruh tadi, aksi nasional, aksi daerah, dan
               yang berkemungkinan dengan komponen yang lebih luas," kata dia.

               Bahkan, mahasiswa sebagai penerus bangsa disebut tidak mempunyai masa depan
               dengan berlakunya kebijakan tersebut. Pasalnya, para pekerja tidak dilindungi oleh
               UU, bahkan perusahaan outsourcing yang sebelumnya sektornya dibatasi, dalam
               draf tersebut dibebaskan sektornya.

               "Kawan mahasiswa tidak punya masa depan, ibu-ibu dan bapak-bapak terancam
               mengeluarkan dana tinggi untuk sekolahkan anaknya tidak mempunyai kepastian
               kerja untuk anaknya. Indonesia terancam darurat kesejahteraan buruh," pungkas
               dia.



                                                      Page 114 of 336.
   110   111   112   113   114   115   116   117   118   119   120