Page 110 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 110

tetap ada," imbuhnya.

               Dia pun memaparkan adanya sembilan alasan KSPI menolak RUU Cipta Kerja.
               Sembilan alasan itu adalah: 1. Hilangnya upah minimum 2. Hilangnya pesangon 3.
               Penggunaan outsourcing yang bebas, semua jenis pekerjaan dan waktu yang tidak
               terbatas 4. Penggunaan karyawan kontrak yang bebas 5. Jam kerja yang
               'eksploitatif' 6. Potensi penggunaan TKA buruh kasar 7. PHK yang dipermudah 8.
               Hilangnya jaminan sosial bagi pekerja buruh, khususnya jaminan kesehatan dan
               jaminan pensiun 9. Sanksi pidana dihilangkan (zap/dnu) kspi omnibus law ruu
               ciptaker.


               Said berpendapat RUU ini berpotensi memperdagangkan manusia. Dia juga
               menyebut RUU ini justru menguntungkan tenaga kerja asing (TKA), yang akan
               bebas masuk ke Indonesia dengan adanya RUU ini.

               "RUU ini jelas bahwa agen outsourcing resmi diberikan negara. Bayangin, gila, agen
               outsourcing berarti memperdagangkan manusia. Itu diberi ruang resmi sama
               konstitusi. Agen outsourcing nggak ada otaknya itu, pemerintah dan pengusaha itu,
               saya nggak tahu ya siapa yang dimaksud pemerintah dan pengusaha. Tapi kalau
               baca RUU itu nggak ada otak, memberi ruang orang memperjualbelikan dalam
               bentuk agen itu dikasih, dibenarkan oleh konstitusi," katanya.

               "Sekarang kita jelaskan detailnya, memang di situ (draf) dibilang ada upah
               minimum, tapi itu bohong semua. Diputar-putar. Ini konseptor pembuat undang-
               undang hebat ini, dibuat pisah-pisah. Pasalnya dipecah seolah-olah di UU Nomor 13
               tetap ada," imbuhnya.

               Dia pun memaparkan adanya sembilan alasan KSPI menolak RUU Cipta Kerja.
               Sembilan alasan itu adalah:

               1. Hilangnya upah minimum
               2. Hilangnya pesangon
               3. Penggunaan outsourcing yang bebas, semua jenis pekerjaan dan waktu yang
               tidak terbatas
               4. Penggunaan karyawan kontrak yang bebas
               5. Jam kerja yang 'eksploitatif'
               6. Potensi penggunaan TKA buruh kasar
               7. PHK yang dipermudah
               8. Hilangnya jaminan sosial bagi pekerja buruh, khususnya jaminan kesehatan dan
               jaminan pensiun
               9. Sanksi pidana dihilangkan













                                                      Page 109 of 336.
   105   106   107   108   109   110   111   112   113   114   115