Page 106 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 106

Title          KSPI SEBUT RUU LAW CIPTA KERJA UNTUNGKAN PERUSAHAAN "PREMAN"
               Media Name     jawapos.com
               Pub. Date      16 Februari 2020
                              https://www.jawapos.com/nasional/politik/16/02/2020/kspi-sebut-ruu-law -cipta-kerja-
               Page/URL
                              untungkan-perusahaan-preman/
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative








               Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menilai draf RUU Omnibus Law Cipta
               Kerja lebih menguntungkan perusahaan nakal atau preman. Perusahan itu biasanya
               memilih pindah lokasi demi bisa menggaji pekerjanya dengan rendah.

               Ketua Harian KSPI Muhammad Rusdi menyebut, kini banyak perusahaan nakal.
               Perusahaan itu biasanya hanya mencari daerah yang memiliki standar gaji rendah.
               Jika, upah di satu daerah tinggi, perusahaan tersebut memilih pindah ke daerah
               yang lain.

               "Perusahan-perusahaan yang benar nanti akan kalah dengan perusahaan yang
               preman. Perusahan preman itu dikit-dikit pindah karena upahnya tinggi ke daerah
               yang upahnya dikit," ujar Muhammad Rusdi dalam Konferensi Pers di Hotel Mega
               Proklamasi, Jakarta, Minggu (16/2).

               Menurut dia, jika sebuah perusahaan benar-benar pindah tidak masalah. Tapi
               pindah dengan modus menghindari upah tinggi, maka itu sangat menjadi masalah.
               Apalagi perusahaan seperti itu nantinya tidak kena sanksi berdasar pada RUU Cipta
               Kerja.

               Kekhwatiran dari serikat pekerja terhadap perusahaan preman atau nakal ini, karena
               di dalam RUU Omnibus Law, terdapat pasal yang dihilangkan dari UU nomor 13
               tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Yakni, pasal tentang sanksi perusahaan dan
               insentif bagi industri sektor padat karya.

               Lebih jauh Muhammad Rusdi menilai, kebanyakan perusahaan yang masuk di sektor
               industri padat karya adalah perusahaan broker. Perusahaan seperti ini lebih
               mementingkan besaran biaya yang dikeluarkan dalam operasional perusahaan.

               "Mereka itu hanya mencari upah murah dan lahan murah karena mereka adalah
               hanya perusahaan broker," kata dia.

               Seperti diketahui, pemerintah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) dan Draf RUU
               Omnibus Law Cipta Kerja pada Selasa (12/2) lalu. Kebijakan tersebut menuai
               kontroversi karena banyaknya penghapusan pasal dari UU ketenagakerjaan
               sebelumnya yang merugikan para pekerja.





                                                      Page 105 of 336.
   101   102   103   104   105   106   107   108   109   110   111