Page 104 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 104

Title          RUU OMNIBUS LAWA CILAKA, KSPI BERANG NAMANYA DICATUT PEMERINTAH
               Media Name     jawapos.com
               Pub. Date      16 Februari 2020
                              https://www.jawapos.com/nasional/16/02/2020/ruu-omnibus-lawa-cilaka-ks pi-berang-
               Page/URL
                              namanya-dicatut-pemerintah/
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative









               Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian lewat Surat Keterangan
               (SK) Nomor 121 Tahun 2020 membentuk tim koordinasi pembahasan dan konsultasi
               Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (Cilaka).
               Dalam SK tersebut tercantum nama Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia
               (KSPI) Said Iqbal sebagai anggota tim yang tergabung.

               Menanggapi hal itu, Iqbal dengan tegas membantah bahwa dirinya masuk ke dalam
               tim pembahasan tersebut. Bahkan, ia mengaku tidak pernah menerima ajakan
               masuk menjadi anggota tim.

               "KSPI tidak pernah dan tidak akan masuk ke dalam tim yang dibentuk berdasarkan
               SK Kemenko Perekonomian nomor 121 Tahun 2020 terkait pembahasan RUU
               Omnibus Law Cipta Kerja, isi draf itu, KSPI tidak bertanggungjawab atas isi
               pasalnya," tegas Iqbal di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta, Minggu (16/2).

               Pencantutan namanya Iqbal tanpa seizin pihak KSPI dianggap sebagai hal yang
               sangat mengecewakan, apalagi yang membuat SK itu adalah pemerintah.

               "Dicantumkan nama KSPI itu tanpa izin dan tak pernah tahu alasannya apa (tidak
               tau). Yang jelas RUU itu tertutup dan bertentangan dengan keterbukaan informasi
               dan juga bertentangan dengan UUD 45," katanya.

               Menurut Iqbal, pembentukan tim itu merupakan suatu hal yang sia-sia. Pasalnya,
               draf RUU Cilaka itu saja telah dikirimkan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tanpa
               ada campur tangan pihak buruh.

               "RUU itu sudah diserahkan ke DPR. Itu kan jelas pemerintah enggak butuh tim.
               Makanya kita menolak untuk masuk ke dalam itu," tambah dia.

               Banyak kontroversi yang terjadi dalam RUU ini, salah satunya adalah tidak adanya
               perlindungan terhadap tenaga kerja dan hanya berorientasi pada bisnis. Sebab,
               setelah ditelusuri oleh pihaknya, dalam RUU tersebut terdapat salah satu pasal yang
               dihapus, yakni upah minimal pekerja yang tergabung dalam UU Nomor 13 Tahun
               2003 tentang Ketenagakerjaan.

               "Pasalnya dipecah-dipecah tapi pas kita rangkum itu hilang upah minimum. Kalau



                                                      Page 103 of 336.
   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109