Page 100 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 100

Pasal 161, misalnya, mengatur seorang pekerja berhak mendapat uang pesangon
               dan uang penghargaan masa kerja setara satu kali upah jika dia di-PHK karena
               alasan melanggar perjanjian kerja sampai mendapat tiga surat peringatan berturut-
               turut.

               Pasal 162, contoh lain, mengatur hak pekerja mendapat uang pengganti jika dia
               mengundurkan diri atas kemauan sendiri.

               Sementara pasal 164 mengatur pengusaha harus memberi uang pesangon sebesar
               satu kali upah jika perusahaan dinyatakan tutup karena rugi dua tahun berturut-
               turut.

               Pengusaha juga wajib memberi uang pesangon dua kali jika ada seorang buruh
               sakit berkepanjangan, cacat akibat kerja, dan tidak dapat melakukan pekerjaannya
               lagi setelah 12 bulan--sehingga harus mengajukan PHK, berdasarkan Pasal 172 UU
               13/2003.

               Ketua Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Mirah Sumirat mengatakan peraturan baru ini
               jelas-jelas akan memberatkan kehidupan buruh usai kehilangan pekerjaan. Hidup
               buruh semakin berat karena mereka tetap harus membakar BPJS Kesehatan--yang
               tahun ini naik 100 persen, juga berbagai kebutuhan yang semakin naik.

               "Ini artinya mengakibatkan kemiskinan naik," katanya kepada reporter Tirto , Jumat
               (14/2/2020) lalu. Ia juga mengatakan kebijakan baru ini "bakal mempermudah
               PHK." Ketua Departemen Komunikasi dan Media KSPI Kahar Cahyono
               menambahkan, persoalan pesangon dan uang penghargaan ini semakin pelik bagi
               buruh karena RUU Cilaka juga menghapus Pasal 59 UU 13/2003 yang mengatur
               tentang Perjanjian Kerja untuk Waktu Tertentu (PKWT) alias pekerja kontrak. Ketika
               pasal ini dihapus, status kontrak bisa diimplementasikan ke pekerja sektor mana
               pun, termasuk pekerja di produksi inti.

               Sementara di sisi lain, berdasarkan Pasal 62 UU 13/2003, pekerja kontrak yang di-
               PHK hanya akan mendapat ganti rugi sebesar "upah pekerja sampai batas waktu
               berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja." Karena 'berkah' RUU Cilaka, pengusaha
               akan cenderung menggunakan pekerja kontrak di semua lini produksinya. Oleh
               sebab itu, kata Kahar, "tidak ada lagi pesangon karena itu hanya diberikan kepada
               pekerja yang berstatus karyawan tetap." Peraturan Lama Tak Maksimal Menteri
               Ketenagakerjaan Ida Fauziyah pernah mengatakan kalau memang "jumlah
               pesangon berkurang." Hal ini ia ungkapkan di Kompleks Parlemen, Rabu
               (12/2/2020) lalu.

               Menurutnya hal ini dilakukan pemerintah karena peraturan yang lama belum
               maksimal dipatuhi pengusaha.

               Hal serupa pernah diungkapkan Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)
               Said Iqbal pada 28 Desember tahun lalu. Menurutnya jumlah pesangon dan uang



                                                       Page 99 of 336.
   95   96   97   98   99   100   101   102   103   104   105