Page 99 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 99

Title          KOMPENSASI PHK DI OMNIBUS LAW BIKIN 'CILAKA'
               Media Name     tirto.id
               Pub. Date      16 Februari 2020
               Page/URL       https://tirto.id/kompensasi-phk-di-omnibus-law-bikin-cilaka-ezcw
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative








               Pesangon memang tak dihapus, tapi nominalnya diturunkan.

               Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja alias Cilaka)
               masih mengatur soal kompensasi yang harus dibayar perusahaan kepada buruh
               yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Meski demikian, jika dibanding UU
               Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, jumlahnya jadi lebih sedikit.

               Dalam Pasal 156 UU 13/2003, ditegaskan bahwa jika terjadi PHK, pengusaha wajib
               membayar "uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang
               penggantian hak." Sementara dalam RUU Cilaka, uang penggantian hak dihapus.
               Bunyi pasal itu berubah jadi, "dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja,
               pengusaha wajib membayar uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa
               kerja." Uang penggantian hak yang dihapus itu meliputi: cuti tahunan yang belum
               diambil dan belum gugur, biaya atau ongkos pulang pekerja dan keluarganya ke
               tempat mereka diterima bekerja, penggantian perumahan serta pengobatan dan
               perawatan, dan hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja atau perjanjian
               bersama.

               Kemudian, dalam UU 13/2003, disebutkan kalau seseorang paling sedikit
               memperoleh uang pesangon setara satu bulan upah jika masa kerjanya kurang dari
               satu tahun, dua bulan upah untuk masa kerja satu tahun-belum dua tahun, dan
               seterusnya hingga sembilan bulan upah untuk masa kerja delapan tahun atau lebih.

               Ketentuan ini tak berubah, berbeda dengan perhitungan uang penghargaan masa
               kerja. Dalam UU 13/2003, disebutkan seorang pekerja bisa mendapat dua bulan
               upah untuk masa kerja tiga tahun atau lebih tetapi kurang dari enam tahun. Uang
               penghargaan masa kerja terbanyak mencapai 10 bulan upah, bagi mereka yang
               masa kerjanya 24 tahun atau lebih.

               Sementara dalam RUU Cilaka, maksimal uang penghargaan yang dapat diterima
               seorang buruh hanya delapan bulan upah, untuk masa kerja 21 tahun atau lebih.

               Hak-hak buruh terkait uang pesangon dan uang penggantian hak yang merentang
               dari Pasal 161-Pasal 172 UU 13/2003 juga dinyatakan dihapus dalam UU Cilaka. Jika
               RUU Cilaka disahkan, maka hak-hak buruh mendapat uang pesangon dan
               penggantian hak dalam situasi-situasi khusus seperti yang diatur dalam pasal-pasal
               tersebut tak lagi berlaku.




                                                       Page 98 of 336.
   94   95   96   97   98   99   100   101   102   103   104