Page 108 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 108
Ia menegaskan bahwa kompensasi hanya diberikan kepada pekerja yang memiliki
masa kerja paling sedikit satu tahun.
Hal itu, kata Iqbal, akan mendorong perusahaan untuk mempekerjakan pekerja
kontrak kurang dari satu tahun.
"Pilihan enam hari kerja dan tujuh hari kerja dihapus, sehingga memungkinkan
pengusaha untuk mengatur jam kerja secara fleksibel," kata anggota tim perumus
Undang-Undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang
No 2 Tahun 2004 tentang Pengaduan Perburuhan itu.
Hal itu, kata dia, dikarenakan dalam draf RUU tersebut hanya disebutkan waktu
kerja paling lama delapan jam dalam satu hari dan 40 jam dalam satu pekan.
"RUU ini membuka kemungkinan pekerja dipekerjakan tanpa batasan waktu yang
jelas, sehingga kelebihan jam kerja setelah sehari bekerja delapan jam tidak
dihitung lembur," tambah Iqbal, yang pada 2013 berhasil terpilih sebagai Tokoh
Buruh Terbaik Dunia dari "The Febe Elisabeth Velasquez Award", serikat pekerja
asal Belanda dari 200 kandidat buruh lainnya di dunia.
Oleh karena itu, KSPI menolak RUU Cipta Kerja karena dianggap merugikan buruh.
KSPI juga akan melakukan aksi besar-besaran selama draf RUU tersebut dibahas
"Aksi ini tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di daerah," tandas Iqbal.***.
Page 107 of 336.

