Page 247 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 247

Title          KASUS PERDAGANGAN ORANG DI PUNCAK BERKEDOK KAWIN KONTRAK DIBONGKAR
                              POLISI
               Media Name     merdeka.com
               Pub. Date      15 Februari 2020
               Page/URL       https://www.merdeka.com/peristiwa/kasus-perdagangan-orang-di-puncak-be rkedok-
                              kawin-kontrak-dibongkar-polisi.html
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative
















               Merdeka.com -  Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy
               Sambo mengatakan kasus perdagangan orang di Puncak Bogor, Jawa Barat, yang
               berhasil diungkap bermodus memberikan layanan kawin kontrak atau jasa prostitusi
               di daerah Puncak dan  Jakarta  .


                "Jadi para korban dipertemukan dengan tamu atau pengguna yang merupakan WN
               Arab yang ingin melakukan kawin kontrak ataupun 'booking out short time' di vila
               daerah Puncak atau di apartemen di kawasan Jakarta Selatan," kata dia dilansir
               Antara, Jumat (14/2).

                Kasus ini terungkap bermula dari informasi beredarnya video di situs berbagi
               Youtube yang menawarkan adanya wisata seks halal di Puncak, Bogor. "Video ini
               beredar ke internasional bahkan ada testimoninya dari para korban," katanya.

                Polisi  kemudian menyelidiki dan menangkap lima tersangka, yakni NN (penyedia
               perempuan), OK (penyedia perempuan), HS (penyedia pelanggan WN Arab), DO
               (menyediakan sarana transportasi dan membawa korban untuk "disewa") dan AA
               (yang membayar perempuan untuk "disewa").

                "Tersangka NN dan OK ini mucikari atau penyedia perempuan. Tersangka HS
               penyedia konsumen, yakni para WN Arab. Korban dibawa oleh NN dan OK, lalu
               menggunakan mobil yang dikendarai oleh DO, korban diantar ke HS yang
               menunggu di villa," tutur dia.


                1 dari 1 halaman  Dari kelima tersangka, penyidik menyita barang bukti berupa
               enam telepon seluler, uang tunai Rp900 ribu, "print out" pemesanan vila dan
               apartemen, "invoice", paspor, dan dua "boarding pass".


                Atas perbuatannya kelima tersangka dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 dan Ayat 2 UU
               Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang
               (TPPO) dengan ancaman hukuman minimal tiga tahun penjara dan maksimal 15
               tahun penjara. [ray]





                                                      Page 246 of 336.
   242   243   244   245   246   247   248   249   250   251   252