Page 66 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 66

Title          PAKAR: OMNIBUS LAW JANGAN HANYA UNTUK KEPENTINGAN KAPITALIS
               Media Name     pikiran-rakyat.com
               Pub. Date      16 Februari 2020
                              https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-01340708/pakar-omnibus-law- jangan-
               Page/URL
                              hanya-untuk-kepentingan-kapitalis
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative









               Pemerintah berniat untuk menyederhanakan sejumlah peraturan perundang-
               undangan dan aturan turunannya melalui konsep Omnibus Law.

               Mengacu pada Pogram Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020, ada empat Rancangan
               Undang-Undang (RUU) dalam pembahasan Omnibus Law, yakni RUU Cipta Kerja,
               Sistem Perpajakan, Farmasi, dan Ibu Kota Baru.

               Pakar hukum tata negara, Margarito Kamis mengatakan, supaya publik tidak betul-
               betul menjadi bodoh maka hal yang perlu dikenali adalah cara berpikir dari seluruh
               isu yang mau dibuat dalam RUU ini.

               Menurutnya, jika selama ini pemerintah selalu berdalih bahwa Omnibus Law
               diperlukan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi dan beragam dalih lainnya,
               sebenarnya itu merupakan alasan klasik.

               "Ini isu lama, ini isu klasik. Dan urusannya ini adalah mengakumulasi kekayaan
               alam, sumber-sumber ekonomi itu kepada kapitalis . Tidak kurang, tidak lebih,"
               ujarnya dalam diskusi Forum Legislasi bertema "RUU Omnibus Law, Mana yang
               Prioritas, Mana yang Pending?" di Media Center Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa,
               11 Februari 2020.

               Margarito mencontohkan, dalam RUU Cipta Kerja misalnya, belum lama ini Presiden
               Joko Widodo menyatakan bahwa pemerintah sedang menggodok sistem upah
               pekerja yang bakal dihitung per jam untuk pekerja yang jam kerjanya 35 jam ke
               bawah per minggu.

               Sementara standar jam kerja di Indonesia 40 jam seminggu. Rencana yang
               diharapkan dapat memperkuat perekonomian nasional melalui perbaikan ekosistem
               investasi dan daya saing Indonesia.

               "Ini yang musti dikenali. Cara mereka berfikir, cara kapitalis , mengkadali. Selalu
               mereka menggunakan hukum untuk mengakumulasi secara vertikal seluruh sumber
               daya ekonomi ke tangan mereka dengan serangan law," katanya.

               Menurutnya, wacana pemerintah yang akan mengatur pekerjaan berdasarkan
               hitungan jam kerja , dipastikan akan berdampak pada hilangnya sejumlah kewajiban



                                                       Page 65 of 336.
   61   62   63   64   65   66   67   68   69   70   71