Page 68 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 68

Title          TOLAK RUU OMNIBUS LAW, KSPI: AGEN OUTSOURCING KINI DIBERI RUANG
               Media Name     suara.com
               Pub. Date      16 Februari 2020
                              https://www.suara.com/bisnis/2020/02/16/131707/tolak-ruu-omnibus-law-k spi-agen-
               Page/URL
                              outsourcing-kini-diberi-ruang
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative









               Keberadaan RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja terus menuai kritikan sejumlah
               pihak, khususnya dari kaum buruh. Salah satunya adalah Konfredasi Serikat Pekerja
               Indonesia (KSPI) yang menilai RUU tersebut akan makin membuat kaum buruh
               miskin dan terpinggirkan.

               Presiden KSPI Said Iqbal dengan tegas menolak RUU tersebut, karena menurutnya
               para kaum buruh seperti KSPI tidak dilibatkan dalam perancangan dan
               perumusannya.

               "Saya sampaikan biar jelas bahwa KSPI tidak pernah diundang dan tidak pernah
               diminta oleh Menko Perekonomian masuk ke dalam tim yang dibentuk berdasarkan
               SK Menko Perekonomian nomor 121 tahun 2020," kata Iqbal dalam konfrensi pers
               KSPI di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta, Minggu (16/2/2020).

               Salah satu yang ditolak KSPI adalah soal perusahaan alih daya atau outsourcing
               dalam RUU tersebut. Di mana dalam RUU itu perusahaan outsourcing diberi ruang
               yang jelas oleh pemerintah, padahal selama ini kaum buruh selalu menuntut
               penghapusan outsourcing.

               "Tapi kita masuk dalam pasar kerja yang sampai seumur hidup dalam RUU ini boleh
               dikontrak boleh dioutsourcing dan dalam RUU ini jelas agen outsourcing resmi
               diberikan ruang oleh negara," kata Iqbal.

               Sehingga Iqbal tak habis pikir siapa yang membuat RUU ini, sehingga makin
               membuat para pekerja terbelakang dan memiskinkan secara paksa.

               "Agen outsourcing itu boleh dibilang perdagangan manusia, tapi negara kasih ruang
               resmi dalam konstitusi, enggak ada otaknya pemerintah, enggak ada otaknya yang
               memberi ruang ini," katanya.

               Sebelumnya, pemerintah melalui sejumlah menteri kabinet yang dipimpin Menteri
               Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto secara resmi telah
               menyerahkan surat presiden sekaligus draf Omnibus Law terkait RUU Cipta Kerja.

               Diketahui, RUU tersebut mengalami perubahan nama dari sebelumnya RUU Cipta
               Lapangan Kerja yang kemudian dikenal dengan sebutan RUU Cilaka.




                                                       Page 67 of 336.
   63   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73