Page 273 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 Mei 2019
P. 273
dan media. Merasa paling kuat dan besar padahal tak lebih dari gelombang buih
menakutkan tapi di ujung tersapu angin sepoi godaan pengusaha atau penguasa.
Di pilpres ini, kekuatan buruh samakin terkotak-kotak dengan polarisasi yang sangat
tajam terbelah menjadi serpihan tak berarti. Para pimpinan organisasi buruh gerilya
"menjual diri" ke pimpinan parpol tertentu atau capres lalu dukung mendukung
bahkan sebagian besar diantaranya sudah terstigmatisasi menjadi loyalis calon
tertentu, sehingga bukan lagi untuk kepentingan kolektifitas kaum buruh melainkan
kepentingan pribadi sang ketua dan konconya.
Akibatnya gerakan dan aksi buruh yang tadinya kuat, besar dan menggetarkan itu
seketika menjadi puing-puing memorial yang hanya sekedar diperingati May Day
dengan massa yang menakjubkan tetapi sesungguhnya mereka hanyalah kawanan
kumpulan dan gerombolan massa yang sedang menggelar pertunjukan sirkus
"menggetarkan" di pusat-pusat kota dan dipanggung lain, pengusaha dan penguasa
konsi sejati hanya terbahak-bahak melihat tingkah mereka. Buruh bersatu tak bisa
dikalahkan!
Jakarta, 1 Mei 2019
Oleh: Syamsuddin Radjab
(Direktur Eksekutif Jenggala Center dan Mantan Ketua PBHI)
(put)
Page 272 of 656.

