Page 277 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 Mei 2019
P. 277
Title REFLEKSI MAY DAY
Media Name rmolbengkulu.com
Pub. Date 01 Mei 2019
Page/URL http://www.rmolbengkulu.com/read/2019/05/01/16181/Refleksi-May-Day-
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
MAY Day, diperingati setiap tanggal 1 Mei setiap tahunnya oleh banyak negara
termasuk Indonesia sebagai Hari Buruh Internasional (International Labor Day).
Buruh (labor), diksi yang tepat, lebih energik dan menggerakkan dibandingkan kata
"pekerja" (worker) yang cenderung dihaluskan tapi manipulatif.
Sejatinya, May Day merupakan hari duka bagi kaum buruh dengan tewasnya
ratusan buruh dalam pembantaian di Chicago, Amerika Serikat pada 1886 di tengah
geliat industrialisasi karena menuntut hak-haknya terutama upah buruh,
kesejahteraan dan perlawanan terhadap eksploitasi. Hari libur saat ini, yang juga
dinikmati kaum kapitalis merupakan buah perjuangan kaum buruh yang mereka
nistakan.
Pergulatan dan pertarungan panjang antara kelas buruh (proletariat) dan kelas
pengusaha (borjuis) hingga saat ini selama lebih dari tiga abad. Bayangkan, urusan
mengkromikan kepentingan antar dua entitas kelompok tak kunjung selesai selama
berabad-abad dengan isu yang berulang-ulang: upah, kesejahteraan dan eksploitasi.
Ditambah dengan isu laten mengemuka saat ini soal tenaga outsoursing. Suatu pola
penggunaan tenaga yang dipekerjakan kepada perusahaan melalui jasa perantara
baik individu maupun berbentuk perusahaan penyedia jasa pekerja.
Pekerja atau buruh tidak lagi terikat kontrak dengan perusahaan tempat bekerja
melainkan dengan perusahaan penyedia jasa pekerja sehingga hak-hak buruh
menjadi hilang sebagaimana diatur dalam UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan,
terutama perilaku diskriminatif yang akan diterima antara buruh tetap perusahaan
dan buruh outsourcing.
Perusahaan yang menerima pola outsourcing menurut saya tidak hanya soal etis
dan pelanggaran regulasi melainkan mesin perah dan pemeras tenaga manusia
tanpa tanggung jawab, sementara perusahaan penyedia jasa outsourcing
merupakan orang-orang yang makan dari keringat dan darah para buruh.
Demo buruh hari ini merupakan kekuatan massa riil, besar dan dahsyat. Buruh
merupakan kekuatan kelompok penekan yang dapat diperhitungkan sekarang dan
akan datang. Untuk diperhitungkan tidak cukup dengan massa besar dalam aksi
tetapi juga harus bermain taktis dan strategis dengan pengambil kebijakan.
Page 276 of 656.

