Page 216 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 MEI 2020
P. 216
Title TERKENDALA MEMBAYAR THR? INI PROSES YANG HARUS DITEMPUH
Media Name harianjogja.com
Pub. Date 12 Mei 2020
https://ekbis.harianjogja.com/read/2020/05/12/502/1038916/terkendala-m embayar-thr-
Page/URL
ini-proses-yang-harus-ditempuh
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jelang perayaan Hari Raya Idulfitri 2020, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah
mengingatkan para pengusaha untuk membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR)
Keagamaan tepat waktu.
"THR Keagamaan merupakan pendapatan nonupah yang wajib dibayarkan oleh
pengusaha kepada pekerja/buruh, paling lambat tujuh hari sebelum hari raya
keagamaan,"kata Menaker Ida Fauziyah saat berkoordinasi dengan Kepala Disnaker
Provinsi Se-Indonesia melalui sambungan video di Jakarta, hari Senin (11/5).
THR Keagamaan diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No.6/2016
tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh Di Perusahaan.
Permenaker ini merupakan aturan turunan dari Peraturan Pemerintah No.78/ 2015
tentang Pengupahan.
"Pengusaha yang terlambat membayar THR Keagamaan kepada pekerja/buruh
dikenai denda, sedangkan pengusaha yang tidak membayar THR dapat dikenai
sanksi administratif hingga penghentian sebagian usaha," kata Ida.
Dalam hal ini, Kemenaker sudah menerbitkan Surat Edaran Menteri
Ketenagakerjaan No: M/6/HI.00.01/V/2020 tentang Pelaksanaan Pemberian THR
Keagamaan Tahun 2020 di Perusahaan Dalam Masa Pandemi Covid-19 (selanjutnya
disebut SE THR). Melalui SE ini, nantinya para gubernur seluruh Indonesia diminta
untuk memastikan perusahaan membayar THR Keagamaan kepada pekerja/buruh
sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Semangat surat edaran ini memang mendorong dialog untuk mencapai
kesepakatan antara pengusaha dan pekerja, bila ada pengusaha yang tak mampu
membayar THR, tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR
Keagamaan," ujarnya.
Ida menambahkan pengusaha yang terlambat membayar THR Keagamaan kepada
pekerja/buruh dikenai denda sebesar 5%. Denda ini dikelola dan dipergunakan
untuk kesejahteraan pekerja/buruh, serta tidak menghilangkan kewajiban
pengusaha untuk tetap membayar THR Keagamaan kepada pekerja/buruh.
Proses Dialog
Page 215 of 353.

