Page 255 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 MEI 2020
P. 255
Namun, mereka tetap harus memperhatikan protokol pencegahan Covid-19 saat
beraktivitas.
Seperti menjaga jarak, menghindari kerumunan, menggunakan masker, dan sering
mencuci tangan dengan sabun.
"Ini untuk menjaga keseimbangan agar masyarakat tak terpapar virus dan juga tak
terpapar PHK," kata dia.
Doni menyebutkan, saat ini sejumlah negara di dunia juga sedang bekerja mencari
keseimbangan agar masyarakat tak terpapar virus, tetapi juga tidak terkapar karena
kehilangan pekerjaan.
Panik
Ahli epidemiologi Universitas Indonesia Syahrizal Syarif menilai, pemerintah saat ini
sedang panik dengan anjloknya kondisi perekonomian di Indonesia.
"Pemerintah panik ya, karena sebulan atau dua bulan lagi ke depan secara sosial
bisa kerusuhan," kata Syahrizal saat dihubungi Kompas.com, Senin (11/5/2020).
Ia kemudian menyampaikan bahwa kebijakan itu boleh saja dilaksanakan asal ada
pengetatan terhadap penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat.
Penerapan sanksi denda bagi warga yang tak mematuhi aturan penggunaan
masker, menjaga jarak, tidak berkerumun, dan lain-lain menjadi wajib hukumnya
agar kebijakan ini tak jadi bumerang bagi pemerintah.
"Orang Indonesia 99 persen tahu PSBB, tapi kalau perilaku itu bandel semua," ucap
Syahrizal.
Selain itu, pemerintah juga harus menyadari bahwa ada potensi wabah ini masih
akan berlangsung lama.
Oleh karena itu, setiap kebijakan harus dipertimbangkan dampak jangka
panjangnya.
"Saya yakin ini akan memanjang dari perkiraan pemerintah," ujar Syahrizal.
Ahli epidemiologi dari Griffith University Dicky Budiman menyebut perlu ada
pengetatan screening atau pemindaian kepada warga 45 tahun ke bawah yang
diizinkan bekerja.
Pemindaian itu mulai dari pemeriksaan suhu, pendataan penyakit komorbid, dan
yang obesitas atau kegemukan.
Selain itu, perlu ada mekanisme di setiap perkantoran untuk mengatur jumlah
karyawan agar tidak terlalu padat.
Page 254 of 353.

