Page 329 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 MEI 2020
P. 329

Dia mengatakan jika dulu urusan tenaga kerja atau ABK perikanan ada di bawah
               pengawasan Kementerian Kelautan dan Perikanan, maka peraturan pemerintah
               yang baru ini urusan ketenagakerjaan termasuk tenaga kerja di laut itu menjadi
               domain dari Kementerian Ketenagakerjaan.


               "Jadi ini dalam proses harmonisasi, mudah-mudahan kita berharap harmonisasi ini
               bisa selesai minggu ini atau minggu depan bisa selesai sehingga tidak ada dualisme
               ketentuan peraturan perundang-undangan dan bisa memberikan kepastian
               perlindungan kepada tenaga kerja termasuk yang ada di laut," pungkasnya.

               China Berjanji Serius Tindaklanjuti Kasus Jenazah ABK WNI  Pemerintah China
               berjanji akan serius menindaklanjuti laporan mengenai pelarungan jenazah tiga
               anak buah kapal Indonesia dan dugaan eksploitasi terhadap ABK lainnya yang
               bekerja pada kapal pencari ikan berbendera China.

               "China menanggapi laporan ini dengan sangat serius. Pihak China terus menjalin
               komunikasi dengan Indonesia mengenai hal itu," kata juru bicara Kementerian Luar
               Negeri China Zhao Lijian dalam pernyataan tertulis yang diterima Antara, di  Jakarta
               , Selasa (12/5).


               China menilai beberapa laporan media mengenai peristiwa tersebut tidak
               berdasarkan fakta. "Oleh karena itu, kami akan menangani masalah tersebut
               berdasarkan fakta dan hukum yang berlaku," kata Zhao.


               Sebelumnya Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memanggil Duta Besar China
               untuk Indonesia Xiao Qian terkait persoalan pelarungan jenazah dan perlakuan tidak
               patut terhadap 46 ABK Indonesia yang bekerja pada empat kapal ikan perusahaan
               China, yakni Long Xing 629, Long Xing 605, Tian Yu 8, dan Long Xing 606. Long
               Xing 605 dan Tian Yu 8 membawa ABK Indonesia melalui perairan Korea Selatan
               dan sempat berlabuh di Busan.

               Pihak China menyebut pelarungan tiga jenazah ABK Indonesia telah sesuai prosedur
               internasional dan disetujui oleh pihak keluarga yang bersangkutan, demikian Retno
               dalam konferensi pers daring, Kamis (7/5). Kedutaan Besar RI di Beijing juga telah
               mengirimkan nota diplomatik kepada pemerintah China unuk mengklarifikasi ulang
               kasus tersebut.


               "Nota diplomatik sudah dijawab Kemenlu RRT yang menjelaskan bahwa pelarungan
               atau 'burial at sea' sesuai dengan praktik kelautan internasional untuk menjaga
               kesehatan para awak kapal lainnya sebagaimana ketentuan ILO (Organisasi Buruh
               Internasional)," kata Menlu.

               Sementara itu, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) telah
               membentuk tim investigasi internal dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian
               terkait langkah hukum atas kasus pelarungan jenazah dan perlakuan diskriminatif
               yang dialami ABK Indonesia.

               Reporter: Tira Santia  Sumber:  Liputan6.com  [idr].




                                                      Page 328 of 353.
   324   325   326   327   328   329   330   331   332   333   334