Page 873 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 873
Judul Menaker Sebut RUU Cipta Kerja Sudah Libatkan Buruh dan Pengusaha
Nama Media liputan6.com
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL https://www.liputan6.com/bisnis/read/4375151/menaker-sebut-ruu-
cipta-kerja-sudah-libatkan-buruh-dan-pengusaha
Jurnalis Tira Santia
Tanggal 2020-10-06 14:40:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Rumusan klaster ketenagakerjaan yang ada
dalam RUU Cipta Kerja saat ini merupakan intisari dari hasil kajian pakar/ahli, focus group
discussion (FGD), Rembug Tripartit (pemerintah, pekerja/buruh dan pengusaha) yang sejak lama
dilakukan atas beberapa materi ketenagakerjaan yang krusial
neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Dalam pertemuan tersebut, pemerintah
banyak menerima masukan dari serikat pekerja/serikat buruh. Dengan proses yang telah
dijalankan ini, pemerintah telah dengan seksama menyerap berbagai aspirasi, khususnya dari
unsur pekerja/buruh
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Kita telah menyaksikan bahwa proses
pembahasan RUU Cipta Kerja di DPR berjalan dinamis, demokratis dan konstruktif. Pemerintah
menerima banyak masukan dari Panja DPR sehingga menghasilkan perubahan rumusan
ketentuan dalam klaster ketenagakerjaan
neutral - Ronny P. Sasmita (Executive Director at Indonesia Economic Action Institution) Bagi
China, melalui UU ini Indonesia akan dengan mudah menjadi lahan eksploitasi segala jenis
sumber daya alam yang akan menopang semakin meraknya industrialisasi di China. Mulai dari
batu bara, bijih besi, sampai Nikel. Jadi investor yang akan datang dari China, akan sangat terkait
dengan kepentingan untuk menjaga kedigdayaan China dalam supply chain dunia, bukan untuk
membuat Indonesia menerima manfaat sebesar-besarnya
negative - Ronny P. Sasmita (Executive Director at Indonesia Economic Action Institution) Nah,
terkait posisi Indonesia yang kurang jelas dalam konstelasi perang dagang, baik soal Huawei,
Tiktok, dan Wechat, soal Uighur, soal Hong Kong, soal Taiwan, soal Laut China Selatan, dan
lainya. Maka sudah bisa diperkirakan bahwa Indonesia belum akan menjadi prioritas dalam
perpindahan investasi Amerika dari China
negative - Bhima Yudhistira Adhinegara (Ekonom Indef) Bahkan dengan dicabutnya hak hak
pekerja dalam omnibus law, tidak menutup kemungkinan persepsi investor khususnya negara
maju jadi negatif terhadap indonesia. Investor di negara maju sangat menjunjung fair labour
practice dan decent work dimana hak hak buruh sangat dihargai bukan sebaliknya menurunkan
hak buruh berarti bertentangan dengan prinsip negara maju
872

