Page 870 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 870

Menanggapi  hal  tersebut,  Gubernur  Jawa  Tengah  Ganjar  Pranowo  mengatakan  bahwa
              keputusan ini tidak memberi kebahagiaan untuk banyak pihak. Namun, Ganjar juga meminta
              agar para pihak melakukan diskusi untuk mencari solusi yang terbaik.

              "Pertama  yang  kita  lakukan  adalah  desiminasi.  Kita  duduk  yuk,  ketemu  dengan  pengusaha,
              buruh, kita ngobrol, mana yang kira-kira menjadi persoalan dan bagaimana kita melaksanakan
              itu, sehingga semua akan bisa mengerti," kata Ganjar, usai acara Penganugrahan Siddhakarya
              di Hotel Pesona, Selasa (6/10/2020).

              Ganjar  juga  mengapresiasi  banyak  pihak  yang  hingga  kini  masih  menahan  diri  untuk  tidak
              melakukan aksi, pasca RUU Omnibus Law disahkan.

              Ganjar  mengatakan,  komunikasi  di  awal  akan  lebih  baik  untuk  seluruh  pihak.  Dia  juga
              menyampaikan bahwa pihaknya membuka ruang diskusi untuk itu dan mengapresiasi seluruh
              pihak yang tak menggelar aksi.

              "Saya menyampaikan terimakasih karena kerumunan-kerumunan tidak diciptakan," katanya.

              Namun begitu, Ganjar juga mendukung langkah pengajuan gugatan judicial review terhadap  UU
              Cipta Kerja  . Sehingga, lanjut Ganjar, dengan ini bisa terjadi komunikasi melalui jalur hukum
              dan politik.

              Dimana, Konfederasi Serikat Pekerja Badan Usaha Milik Negara (KSP BUMN) segera mengajukan
              gugatan  judicial  review  terhadap  Undang-Undang  Cipta  kerja.  Gugatan  tersebut  akan
              dilayangkan melalui Mahkamah Konstitusi (MK).

              "Dan komunikasi atau jalur hukum, jalur politik untuk mereka bisa berkomunikasi, untuk mereka
              bisa  membawa  hak-haknya  secara  konstitusional  mendapatkan  ruang  yang  bagus.  Cara  ini
              menurut saya cara yang baguslah prosedurnya," kata Ganjar.







































                                                           869
   865   866   867   868   869   870   871   872   873   874   875