Page 866 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 866
OMNIBUS LAW CIPTA KERJA DISAHKAN, DAHLAN ISKAN : MENAKER AKAN SULIT
TIDUR
Pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja menjadi undang-undang (UU) akhirnya terlaksana
pada Senin (5/10/2020). Langkah ekstra cepat pemerintah dan DPR ini terbilang kilat
dibandingkan dengan pembahasan RUU lain.
Menanggapi hal tersebut mantan Menteri BUMN era Presiden SBY, Dahlan Iskan pun buka
suara, menurut dia pemerintah sekarang sedang ingin cepat menyelesaikan persoalan peraturan
yang berbelit-belit demi menggairahkan perekonomian dengan izin yang sangat ramah buat
kalangan pengusaha.
"Pemerintah sekarang ini berusaha menyelesaikannya. Lewat penggabungan menjadi satu, UU
Cipta Kerja ini. Tempulu DPR -nya tidak rewel. Tempulu DPR lagi baik-baik kepada pemerintah,"
kata Dahlan dikutip dari disway.id, Selasa (6/10/2020).
Namun yang jadi persoalan kata mantan bos PLN tersebut adalah perlawanan terhadap UU ini
masih terjadi dari kalangan buruh , salah satu yang paling mencuat adalah soal PHK, dan
kekhawatiran tak dapat pesangon.
"Tapi tenaga kerja pasti akan berontak dengan lahirnya UU Cipta Kerja ini. Sejak awal pun pasti
sudah diketahui, tanaga kerjalah yang akan terkena langsung," katanya.
Karena itu kata dia, judul UU ini pun sebenarnya sudah dipilih yang paling bersahabat dengan
perasaan tenaga kerja yakni UU Cipta Kerja.
"Dikira dengan judul itu tenaga kerja akan manggut-manggut dan berdecak kagum," ucap
Dahlan.
"Kalau saya lebih setuju dengan blak-blakan saja, UU Peroketan Perekonomian Nasional atau
nama lain yang lebih jujur. Tujuan utamanya toh itu, menggairahkan kehidupan ekonomi. Bahwa
setelah ekonomi maju akan berdampak terciptanya lapangan kerja itu adalah sunatullah,"
tambahnya.
Tapi kata dia politik memang mengajarkan jujur saja tidak cukup. Harus pandai juga berkelit.
"Maka ke depan ini tantangannya di luar DPR aksi buruh. Menteri ketenagakerjaan akan sulit
tidur. Tapi ini sudah di luar kemampuan seorang menteri. Ini sudah menyangkut keamanan dan
kestabilan nasional," ucapnya.
865

