Page 861 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 861

Senada,  Presiden  Aspek  Indonesia  Mirah  Sumirat  menilai  ajakan  Menaker  untuk  kembali
              berunding hanya janji belaka (  lip service  ). Pasalnya, perundingan telah dilakukan oleh tim
              kerja arahan Presiden Jokowi yang berakhir pengunduran diri oleh sebagian serikat buruh.



              RESPONS BURUH ATAS SURAT TERBUKA MENAKER SOAL UU CIPTA KERJA

              Buruh  merespons surat terbuka yang dikirimkan Menteri Ketenagakerjaan  Ida Fauziah  soal  UU
              Cipta  Kerja    kepada  mereka.  Melalui  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  mereka
              menyebut semua pernyataan yang disampaikan Menaker dalam surat tersebut hanya retorika
              dan tak memiliki substansi bermanfaat bagi buruh.

              "Pidato surat terbuka Bu Ida sudahlah, hentikan retorika itu, jangan bangun kebohongan lagi,"
              katanya Presiden KSPI Said Iqbal kepada  CNNIndonesia.com  pada Selasa (6/10).
              Retorika kata Iqbal salah satunya bisa dibaca dari pernyataan Menaker di publik yang menyebut
              pemerintah sudah berlaku adil dan menjaga keseimbangan kepentingan antara pengusaha dan
              buruh saat membahas RUU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker).

              Ia  mengatakan  tidak  ada  keadilan  dan  keseimbangan  yang  diberikan  pemerintah.  Ia
              berarguman, jika memang yang diinginkan oleh pemerintah dalam membahas RUU Cipta Kerja
              adalah menciptakan keseimbangan, lalu mengapa hak-hak mendasar buruh justru dikorbankan.

              Kebijakan  tersebut  kata  Iqbal  bisa  dilihat  dari  penghapusan  penetapan  upah  minimum
              kota/kabupaten  (UMK)  bersyarat  dan  upah  minimum  sektoral  kota/kabupaten  (UMSK).  Ia
              menyebut penghapusan ini malah akan menciptakan ketidakseimbangan.

              Pasalnya,  penghapusan  justru  membuat  sistem  pengupahan  menjadi  tidak  jelas.  Ketika  itu
              terjadi, buruh berada di posisi lemah.

              "UMSK dihapus, masa sama rasa sama rata pabrik mobil dengan pabrik kerupuk? Justru itu tidak
              seimbang, makanya dibuatlah upah minimal direktorat/Kota," katanya.

              "Orang  bisa  dikontrak  seumur  hidup,  itu  apa  yang  seimbang?  Ini  retorika  yang  dibangun
              sehingga menjadi sesat pikir," imbuhnya.

              Mengaku  tak  puas  dengan  penanganan  nasib  buruh  oleh  Kemenaker,  ia  menyebut  enggan
              kembali berdiskusi seperti ajakan yang tertuang dalam surat terbuka tersebut.

              KSPI, katanya, akan menepuh jalan lain, yaitu meminta berdialog dengan Presiden Joko Widodo
              (Jokowi) sebelum RUU disahkan oleh Presiden dalam 30 hari mendatang.

              "Kami akan meminta, memohon kepada Presiden Jokowi agar selama waktu 30 hari sebelum,
              diundang-undangkan,  minta  proses  dialog  dengan  Presiden  dan  kami  akan  berusaha  untuk
              bertemu dengan Presiden," lanjutnya.

              Senada,  Presiden  Aspek  Indonesia  Mirah  Sumirat  menilai  ajakan  Menaker  untuk  kembali
              berunding hanya janji belaka (  lip service  ). Pasalnya, perundingan telah dilakukan oleh tim
              kerja arahan Presiden Jokowi yang berakhir pengunduran diri oleh sebagian serikat buruh.
              Dia  menilai  perundingan  hanya  sebuah  legitimasi,  simbol  bahwa  pemerintah  telah
              mengakomodasi  perundingan  untuk  memperjuangkan  hak-hak  buruh.  Namun,  aspirasi  yang
              telah disampaikan tak diambil menjadi rujukan resmi RUU.

              Oleh karena itu, ia tak melihat perlunya perundingan kembali jika permintaan buruh tak menjadi
              rujukan hasil perundingan.

                                                           860
   856   857   858   859   860   861   862   863   864   865   866