Page 859 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 859

Menanggapi  hal  tersebut,  Menteri  Ketenegakerjaan  (    Menaker    )  Ida  Fauziah  mengklaim
              penyusunan UU Cipta Kerja sudah mendengarkan aspirasi publik baik dari unsur pekerja, buruh
              dan pengusaha.

              Bahkan, pemerintah juga sudah mendengarkan pandangan dari para akademisi.

              "Bahwa  proses  penyusunan  RUU  cipta  kerja  ini  pemerintah  mendengarkan,  memperhatikan
              partisipasi  publik  baik  unsur  pekerja  atau  buruh  maupun  pengusaha  dan  juga  kita  juga
              mendengarkan pandangan dari para akademisi dari berbagai perguruan tinggi," ujar Ida dalam
              wawancara melalui siaran langsung dari program Seputar Inews yang dikutip Suara.com, Selasa
              (6/10/2020).

              Politisi  PKB  itu  menjelaskan,  ketika  itu  Presiden  Joko  Widodo  (Jokowi)  meminta  agar
              pembahasan klaster ketenagakerjaan pada RUU Cipta Kerja ditunda.

              Pemerintah  kemudian  memanfaatkan  penundaan  pembahasan  RUU  Cipta  Kerja  dengan
              mengundang kembali perwakilan buruh, Apindo dan Kadin untuk mengulas kembali draf RUU
              yang sudah diserahkan ke DPR.

              Setelah memperbaiki draf RUU, Ida mengklaim semua pemangku kepentingan merespon baik
              draf RUU yang sudah diperbaiki pemerintah.

              "Kami mereview seluruh klaster ketenagakerjaan dan pada akhirnya kami memperbaiki draft
              RUU yang sudah kami sampaikan kepada DPR dan Alhamdulillah DPR merespon dengan baik
              aspirasi dan pandangan dari stakeholder ketenagakerjaan ini," kata dia.

              Tak  hanya  itu,  Ida  menilai  bahwa  proses  pembahasan  RUU  Cipta  Kerja  antara  DPR  dan
              pemerintah digelar secara terbuka.

              Sehingga masyarakat dapat menyaksikan langsung melalui Youtube atau TV Parlemen.






































                                                           858
   854   855   856   857   858   859   860   861   862   863   864