Page 857 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 857

MENAKER: UU CIPTA KERJA TINGKATKAN KUALITAS PERLINDUNGAN BURUH

              Menteri Ketenagakerjaan,  Ida Fauziyah  , menyebut terlalu dini untuk menilai jika UU Cipta Kerja
              akan  membuat  buruh  rentan  terkena  pemutusan  hubungan  kerja  (PHK).  Sebab,  dia  menilai
              semangat undang-undang anyar ini justru telah banyak mengakomodir kepentingan buruh.

              "Sangat prematur apabila secara tergesa-gesa kita menyimpulkan bahwa UU Cipta Kerja akan
              rentan terhadap PHK pekerja/buruh. Padahal semangat yang dibangun dalam RUU Cipta Kerja
              ini justru untuk memperluas penyediaan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas perlindungan
              bagi pekerja/buruh, utamanya perlindungan bagi pekerja/buruh yang mengalami PHK melalui
              program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)," tegas Menteri Ida di  Jakarta  , Selasa (6/10).

              Lebih jauh, Menteri Ida juga menanggapi polemik yang terjadi pada tataran masyarakat atas
              penolakan pengesahan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Menurutnya, ada dua cara yang akan
              di maksimalkan pemerintah untuk meyakinkan masyarakat agar legowo menerima kehadiran UU
              kontroversial itu.
              "Bagaimana meyakinkan para buruh untuk menerima RUU Cipta Kerja agar tujuan utama RUU
              memulihkan  ekonomi  tercapai?.  Terdapat  2  hal  penting  yang  dilakukan  oleh  pemerintah,"
              jelasnya.

              Dua Solusi Pemerintah Redakan Polemik

              Pertama, mengintensifkan dialog dengan berbagai pemangku kepentingan. "Utamanya unsur
              pekerja/buruh  dan  pengusaha  dengan  dibantu  jejaring  kementerian/lembaga  terkait  serta
              pemerintah  daerah,  khususnya  dinas-dinas  yang  membidangi  urusan  ketenagakerjaan  di
              daerah," jelasnya.

              Terakhir, pemerintah segera menyusun peraturan pelaksanaan UU Cipta Kerja dalam bentuk
              Peraturan  Pemerintah  dan  peraturan  lain  di  bawahnya.  "Hal  ini  untuk  meyakinkan  kepada
              pekerja/buruh bahwa amanat perlindungan terhadap hak-hak pekerja/buruh sebagaimana diatur
              dalam UU Cipta Kerja dapat segera dijalankan," terangnya.



































                                                           856
   852   853   854   855   856   857   858   859   860   861   862