Page 923 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 923

"Jika teman-teman ingin 100 persen diakomodir, itu tidak mungkin. Namun bacalah hasilnya.
              Akan  terlihat  bahwa  keberpihakan  kami  terang  benderang.  Karena  sudah  banyak  yang
              diakomodir, maka mogok menjadi tidak relevan. Lupakanlah rencana itu," ujar Menaker.

              Dirinya menyarankan jangan mengambil resiko yang membahayakan nyawa baik nyawa istri,
              suami dan anak-anak di rumah. Ia pun mengajak serikat pekerja untuk kembali duduk bersama,
              untuk berdialog membahas isu terkait diresmikannya RUU Cipta Kerja menjadi UU.

              "Saya mengajak kita kembali duduk bareng. Dengan semangat untuk melindungi yang sedang
              bekerja dan memberi pekerjaan bagi yang masih nganggur. Saya dengan antusias menunggu
              kehadiran teman-teman di meja dialog, bukan di jalanan," katanya.

              Menaker optimis selalu bisa menemukan jalan tengah yang saling menenangkan. Dan pihaknya
              sedang  berupaya  menyalakan  lilin  dan  bukan  menyalahkan  kegelapan,  dan  mencari  titik
              keseimbangan,  antara  melindungi  yang  telah  bekerja  dan  memberi  kesempatan  kerja  pada
              jutaan orang yang masih menganggur, yang tak punya penghasilan dan kebanggaan.
              Demikian Menteri Ida menjelaskan kepada Seikat pekerja bahwa sejak awal 2020 pihaknya mulai
              berdialog tentang RUU Cipta Kerja, baik secara formal melalui lembaga Tripartit, maupun secara
              informal. Aspirasi serikat pekerja sudah didengar dan dipahami.

              "Tidak  mudah  memang,  tapi  kami  perjuangkan  dengan  sebaik-baiknya.  Saya  paham  ada  di
              antara teman-teman yang kecewa atau belum puas. Saya menerima dan mengerti. Ingatlah,
              hati saya bersama kalian dan bersama mereka yang masih menganggur," pungkas Menaker.
















































                                                           922
   918   919   920   921   922   923   924   925   926   927   928