Page 922 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 922

Selain  itu,  dengan  disahkannya  RUU    Cipta  Kerja    ini  diklaim  bisa  meningkatkan  kualitas
              perlindungan bagi pekerja/buruh, utamanya perlindungan bagi pekerja/buruh yang mengalami
              PHK melalui program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).



              MENAKER: UU CIPTA KERJA UNTUK PERLUAS LAPANGAN KERJA, BUKAN PHK

              Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, meyakini disahkan RUU  Cipta Kerja  bertujuan untuk
              memperluas penyediaan lapangan kerja, bukan memperluas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
              "Sangat prematur apabila secara tergesa-gesa kita menyimpulkan bahwa RUU Cipta Kerja akan
              rentan terhadap PHK pekerja/buruh. Padahal semangat yang dibangun dalam RUU  Cipta Kerja
              ini  justru  untuk  memperluas  penyediaan  lapangan  kerja,"  kata  Ida  dalam  keterangannya  di
              Jakarta, Selasa (6/10/2020).
              Selain  itu,  dengan  disahkannya  RUU    Cipta  Kerja    ini  diklaim  bisa  meningkatkan  kualitas
              perlindungan bagi pekerja/buruh, utamanya perlindungan bagi pekerja/buruh yang mengalami
              PHK melalui program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

              Untuk meyakinkan para pekerja/buruh untuk menerima RUU  Cipta Kerja  agar tujuan utama
              RUU memulihkan ekonomi tercapai, Pemerintah melakukan dua hal penting.

              Pertama,  mengintensifkan  dialog  dengan  pemangku  kepentingan,  utamanya  unsur
              pekerja/buruh  dan  pengusaha  dengan  dibantu  jejaring  kementerian/lembaga  terkait  serta
              pemerintah daerah, khususnya dinas-dinas yang membidangi urusan ketenagakerjaan di daerah.

              Kedua,  segera  menyusun  peraturan  pelaksanaan  UU    Cipta  Kerja    dalam  bentuk  Peraturan
              Pemerintah  dan  peraturan  lain  dibawahnya  untuk  meyakinkan  kepada  pekerja/buruh  bahwa
              amanat pelindungan terhadap hak-hak pekerja/buruh sebagaimana diatur dalam UU Cipta Kerja
              dapat segera dijalankan.

              Selanjutnya, Ida menegaskan poin-poin positif yang terangkum dalam Klaster Ketenagakerjaan
              RUU  Cipta  Kerja.  Diantaranya  dalam  rangka  perlindungan  kepada  pekerja/buruh  yang
              menghadapi  proses  pemutusan  hubungan  kerja  (PHK),  RUU  Cipta  Kerja  tetap  mengatur
              ketentuan mengenai persyaratan dan tata cara PHK.

              "RUU  Cipta  Kerja  tetap  memberikan  ruang  bagi  Serikat  Pekerja/Serikat  Buruh  dalam
              memperjuangkan kepentingan anggotanya yang sedang mengalami proses PHK," jelasnya.

              Demikian  poin  lainnya,  dalam  rangka  memberikan  jaminan  sosial  bagi  pekerja/buruh  yang
              mengalami PHK, RUU  Cipta Kerja  mengatur ketentuan mengenai program Jaminan Kehilangan
              Pekerjaan (JKP) yang manfaatnya berupa uang tunai, akses informasi pasar kerja dan pelatihan
              kerja.

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta kepada serikat pekerja di seluruh
              Indonesia untuk mengurungkan niat mogok kerja pada 6-8 Oktober 2020.

              "Terkait  rencana  mogok  nasional,  saya  meminta  agar  dipikirkan  lagi  dengan  tenang  karena
              situasi jelas tidak memungkinkan untuk turun ke jalan, untuk berkumpul. Pandemi Covid masih
              tinggi, masih belum ada vaksinnya, pertimbangkan ulang rencana mogok itu," kata Ida dalam
              Surat Terbukanya kepada Serikat pekerja/buruh, Senin (5/10/2020).

              Ia meminta agar serikat pekerja membaca secara utuh RUU Cipta Kerja ini, lantaran menurut
              Ida banyak sekali aspirasi serikat pekerja yang telah diakomodir. Seperti soal Perjanjian Kerja
              Waktu Tertentu (PKWT), outsourcing, syarat PHK, itu semua masih mengacu pada UU lama,
              sedangkan terkait upah juga masih mengakomodir adanya UMK.
                                                           921
   917   918   919   920   921   922   923   924   925   926   927