Page 920 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 920

SOAL RUU CIPTA KERJA DISAHKAN, MENAKER: INI HASIL KAJIAN PEMERINTAH
              HINGGA BURUH
              Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  menegaskan  sekali  lagi  bahwa  proses
              penyusunan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law sejatinya telah melibatkan partisipasi publik.
              Baik  unsur  pekerja  atau  buruh  yang  diwakili  serikat  pekerja/serikat  buruh,  pengusaha,
              kementerian atau lembaga, praktisi dan akademisi dari perguruan tinggi serta lembaga lainnya,
              seperti International Labour Organization (ILO).

              "Rumusan klaster ketenagakerjaan yang ada dalam RUU Cipta Kerja saat ini merupakan inti sari
              dari  hasil  kajian  pakar/ahli,  focus  group  discussion  (FGD),  Rembug  Tripartit  (pemerintah,
              pekerja/buruh dan pengusaha) yang sejak lama dilakukan atas beberapa materi ketenagakerjaan
              yang krusial," ujar Ida di Jakarta, Selasa (6/10/2020).

              Bahkan, lanjut dia, pada saat RUU Cipta Kerja telah masuk dalam tahap pembahasan di DPR,
              sesuai arahan Presiden pada tanggal 24 April 2020, pemerintah melakukan kembali pendalaman
              rumusan  klaster  ketenagakerjaan  yang  melibatkan  pengusaha  (Apindo)  dengan  perwakilan
              Konfederasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh.

              "Dalam pertemuan tersebut, pemerintah banyak menerima masukan dari serikat pekerja/serikat
              buruh. Dengan proses yang telah dijalankan ini, pemerintah telah dengan seksama menyerap
              berbagai aspirasi, khususnya dari unsur pekerja/buruh," tambahnya.

              Pemerintah menyadari bahwa dalam proses penyusunan RUU Cipta Kerja, terdapat perbedaan
              pandangan pro-kontra. Perbedaan pandangan ini tentu saja merupakan hal yang wajar dalam
              dinamika sosial dan demokrasi.

              "Namun demikian, pada akhirnya pemerintah harus memutuskan dan menyiapkan draf yang
              akan dibahas bersama DPR," ucap Ida.

              Di sisi lain, proses pembahasan RUU Cipta Kerja antara pemerintah dan DPR berjalan secara
              transparan.  Bahkan,  sambungnya,  untuk  pertama  kalinya  pembahasan  suatu  RUU  dilakukan
              secara terbuka dan disiarkan melalui kanal-kanal media sosial yang tersedia. Hal ini dimaksudkan
              agar publik dapat mengawal proses pembahasan RUU Cipta Kerja secara seksama.

              "Kita telah menyaksikan bahwa proses pembahasan RUU Cipta Kerja di DPR berjalan dinamis,
              demokratis dan konstruktif. Pemerintah menerima banyak masukan dari Panja DPR sehingga
              menghasilkan perubahan rumusan ketentuan dalam klaster ketenagakerjaan," tukas Ida.

              (rzy).
























                                                           919
   915   916   917   918   919   920   921   922   923   924   925